KPAI: Hukuman Kebiri Kimia Pemerkosa 9 Anak Upaya Beri Efek Jera

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 337 2097475 kpai-hukuman-kebiri-kimia-pemerkosa-9-anak-upaya-beri-efek-jera-yNYOTEWIUr.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan hukuman kebiri kimia terhadap pelaku pemerkosaan terhadap sembilan anak di Mojokerto, harus dilihat sebagai upaya untuk memberikan efek jera terhadap predator seks.

Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah menjelaskan, efek jera itu juga bertujuan agar meminimalisir kejahatan seksual terhadap anak kedepannya.

"Bayangkan 9 anak dicabuli ini tentu menenuhi jadi makna filosofisnya adalah penjeraan dan upaya hukum untk tidak meminalisir tidak terjadi kembali," kata Ai kepada Okezone, Rabu (28/8/2019).

 Baca juga: Hukuman Kebiri Kimia Pemerkosa Anak Dinilai Melanggar HAM

Oleh sebab itu, Ai menyatakan mengapresiasi keputusan dari keputusan dari Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto yang menjatuhkan hukuman kebiri terhadap pelaku tersebut.

"Kami apresiasi karena itu sudah menjadi ketetapan hukum dan ini sudaj diimplementasi inkrah itu ranah PN jaei memang keputusan Hakim dihormati," ujar Ai.

Baca juga: IDI Tolak Jadi Eksekutor Hukuman Kebiri, Menteri Yohanna: Semua Harus Tunduk UU

Menurut Ai, wajar apabila sebagian pihak ada yang menyatakan bahwa hukuman itu telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, kata Ai, kejahatan seksual terhadap anak adalah tindak pidana yang bukan sembarangan dalam proses penegakan hukumnya.

"Kalau kami memandang sudah sesuai rulenya jadi tinggal bagaimana kita menyikapinya semua orang bicara semua orang teriak, tetapi konteks kita ingin produktif dudukan masalah pada rule sesungguhnya," papar Ai.

Apalagi, AI mengungkapkan, KPAI sudah berjuang keras dan mati-matian memperjuangkan penindakan hukum kejahatan terhadap anak agar dilakukan secara maksimal.

"Kami sudah tiga tahun berdarah-darah membahas soal pelanggaran ham atau tidak dalam konteks penegakan hukum saat ini ketika sudah dilaksanakan ya sesuai prosedur," tutup Ai. (wal)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini