nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korlantas Polri Gandeng BUMN untuk Pembayaran Smart SIM

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 28 Agustus 2019 02:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 28 337 2097468 korlantas-polri-gandeng-bumn-untuk-pembayaran-smart-sim-QSrfkxf58A.jpg Kakorlantas Polri, Irjen Refdi Andri (foto: Okezone)

JAKARTA - Korlantas Polri menggandeng tiga bank satu diantaranya Bank BNI untuk mendukung program Smart SIM. Melalui kartu ini pengendara semakin dipermudah membayar tilang hingga belanja online.

“Kalau kita gunakan uang elektronik itu namanya tap cash,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri di Bidakara Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Selain bisa belanja online, pemilik Smart SIM juga akan diberikan penghargaan dalam periode tertentu bila berkendara tidak melanggar lalu lintas.

 Baca juga: Kapolri Diminta Batalkan Rencana Peluncuran Smart SIM

Refdi mengungkapkan, penggunaan e-money dalam Smart SIM telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia (BI). Program Smart SIM ini akan diluncurkan pada 22 September.

“Kemudian kita bisa melakukan penghargaan terhadap pemegang SIM yang gak melakukan pelanggaran. Jadi ada reward dan punishment, yang betul secara elektronik kita bisa lakukan penilangan,” ujar Refdi.

“Uang elektronik ini sudah disetujui oleh BI,” sambungnya.

 Baca juga: Kakorlantas Bantah Penerbitan SIM Smart Sarat Kepentingan Bisnis

Masyarakat yang ingin mendapatkan Smart SIM dapat memperolehnya cukup dengan memperpanjang masa berlaku SIM yang lama. Masa berlaku Smart SIM sama dengan SIM yang lalu yakni 5 tahun.

“Pemilik SIM lama dapat mengganti SIM baru ketika SIM-nya habis masa berlaku (perpanjang), jadi tidak juga masyarakat yang punya SIM sekarang dengan model lama buru-buru mengganti SIM,” ujar Refdi.

Refdi mengungkapkan, tampilan Smart SIM akan berbeda dengan SIM terdahulu. Smart SIM ini diharapkan bisa memperketat pengawasan pada pelanggaran lalulintas.

“Apa pelanggaran ringan sedang berat, atau pernah mengalami kecelakaan lalu lintas, dan lain lain semua terdata. Juga pada sistem kita itu. Ini ada manfaat. Kita bisa melakukan evaluasi secara lebih baik tentang prilaku pengemudi,” papar Refdi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini