Ibu Kota Baru Harus Utamakan Transportasi Umum

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 337 2097462 ibu-kota-baru-harus-utamakan-transportasi-umum-4hBwlmJCX4.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pengamat Transportasi Universitas Katolik, Soegijapranata Djoko Setijowarno menyarankan kalau ibu kota baru harus berfokus pada transportasi umum, bukan kepada kendaraan pribadi.

Oleh sebab itu, Djoko mengimbau sistem jaringan transportasi di ibu kota baru harus terintregrasi antara perencanaan tata ruang (urban planning) dengan perencanaan transportasi (transport planning).

"Pembangunan transportasi sudah harus berorientasi pada kebutuhan manusia. Tidak lagi berfokus kepentingan mobilitas kendaraan pribadi, seperti yang selama ini berlangsung," ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Rabu (28/8/2019)

 Baca juga: JK Tegaskan Pemerintah Tak Sepihak soal Pemindahan Ibu Kota

"Artinya, pilihan prioritas harus diberikan bagi pejalan kaki, pesepeda dan angkutan umum. Kendaraan bermotor listrik dapat didorong wajib digunakan di kawasan ibu kota negara yang baru ini," tambahnya.

Untuk mendukung penggunaan transportasi umum, Djoko mendorong pemerintah untuk menyediakan jaringan transportasi umum yang mudah untuk diakses, dan juga dengan tarif murah.

"Tidak perlu lajur khusus, seperti busway, cukup bus lane (lajur bus). Berikutnya, secara bertahap dirancang dan dibangun transportasi umum berbasis jalan rel, dengan pilihan trem, kereta gantung, O-Bhan, kereta ringan atau mass rapid transport (MRT)," papar Djoko.

 Baca juga: Ibu Kota Pindah, Anies: Jokowi Tetap Komitmen Bangun Jakarta

Lebih lanjut, Djoko juga menyoroti mengenai fasilitas untuk pejalan kaki dan pesepeda agar diberikan jalur yang luas, dilindungi dengan pepohonan yang teduh, dan juga tidak disatukan dengan jalur untuk kendaraan bermotor.

"Jalur sepeda tidak disatukan dengan jalur kendaraan bermotor, terkecuali diberikan pembatas fisik, tidak hanya berupa lajur sepeda (bike lane) saja. Demikian pula penyediaan layanan sarana transportasi umum yang humanis sudah harus direncanakan dengan matang," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini