nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kakorlantas Bantah Penerbitan SIM Smart Sarat Kepentingan Bisnis

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 22:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 27 337 2097441 kakorlantas-bantah-penerbitan-sim-smart-sarat-kepentingan-bisnis-Y145CEvrRz.jpg Kakorlantas Polri, Irjen Refdi Andri (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Korp Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri membantah jika penerbitan surat izin mengemudi (SIM) Smart (pintar), sarat kepentingan bisnis dan akan memberatkan masyarakat. Hal itu menjawab tudingan dari tudingan Indonesia Traffic Watch (ITW).

“Tidak ada kepentingan apapun. Itu (SIM Smart) adalah semata-semata untuk memudahkan masyarakat,” tegas Refdi Andri di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Kata dia, SIM Smart merupakan terobosan baru untuk memberikan kemudahan identifikasi terhadap pemegang SIM yang melakukan pelanggaran.

“Semua masyarakat yang saya terima tanggapannya lewat SMS maupun WhatsApp, responnya positif terhadap penerbitan SIM Smart ini,” sambungnya.

 Baca juga: Kapolri Diminta Batalkan Rencana Peluncuran Smart SIM

Sim Smart

Sejalan dengan penerapan electronic law enforcement, menurut Refdi, setiap pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas, baik ringan, sedang, maupun berat akan tercatat pada sistem yang terkoneksi langsung dengan database di Korlantas. Tujuannya, untuk mengevaluasi para pengemudi dalam skala tertentu, misalnya setahun atau lima tahun.

“Penegakan hukum secara elektronik sudah terkoneksi dengan sistem penerbitan SIM ini,” tegasnya.

Selain itu, sambung Refdi, melalui SIM Smart juga menjadi dasar untuk memberikan penghargaan kepada para pengemudi yang tidak melakukan pelanggaran berdasarkan data-data yang tercatat di Korlantas Polri.

"Kami telah bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Artinya, setiap orang yang mengajukan pembuatan SIM, maka data-data yang tercatat di Korlantas sama dengan data yang dimiliki Dukcapil," tuturnya.

 Baca juga: Korlantas Polri Bakal Luncurkan Smart SIM

Terkait penerbitan SIM Smart yang juga berfungsi sebagai alat pembayaran elektronik (e-money) seperti pembayaran tol dan kereta api, menurut Refdi, memberikan pilihan kepada masyarakat untuk melakukan aktivasi atau tidak.

“Kalau tidak juga nggak apa-apa. Tapi, kalau masyarakat menganggap perlu, itu boleh,” tutur jenderal bintang dua ini.

Sebagai e-money, Refdi mengungkapkan, SIM Smart dapat diisi maksimal Rp2 juta dan bisa di-top up di supermarket seperti layaknya jenis kartu e-money pada umumnya. Aktivasi uang elektronik pada SIM Smart dapat dilakukan di BNI dengan nama Tap Chash, BRI dengan nama Brizzi, dan Bank Mandiri dengan nama e-money.

Refdi kembali menegaskan, penerbitan SIM Smart tidak akan memberatkan masyarakat pemohon. Sebab, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada masyarakat yang mengajukan permohonan SIM. Sebaliknya, kata dia, kualitas SIM Smart justru semakin baik.

Sementara persyaratan pembuatan SIM Smart tidak berbeda dengan persyaratan pembuatan SIM konvensional. Artinya, setiap pemohon harus memenuhi persyaratan usia dewasa, administrasi (memiliki KTP), persayaratan kesehatan, serta harus lulus ujian teori dan praktik. Bahkan, untuk SIM umum ada persyaratan tes psikologi.

“Orang yang memiliki SIM adalah orang yang memiliki kompetensi. Sebab, SIM itu adalah pengakuan dan penghargaan,” ungkapnya.

Dari aspek keamanan (security), menurut Refdi, kualitas produk SIM Smart juga lebih bagus. Sebab, peluang pemalsuan SIM semakin terbatas.

“Orang yang melakukan pemalsuan atau merekayasa SIM tidak ada, karena fotonya dibuat dua. Kalau ada orang yang menempelkan foto palsu, maka bisa dilihat foto yang satu lagi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini