Cerita Bung Karno Merayu Inggit Ganarsih Demi Menikahi Fatmawati

Demon Fajri, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 27 337 2097376 cerita-bung-karno-merayu-inggit-ganarsih-demi-menikahi-fatmawati-64cE85AdZo.jpg Foto: Ist

PRESIDEN pertama Republik Indonesia (RI), Soekarno sempat menginjakkan kaki di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'', Bengkulu. Tidak kurang selama 4 tahun, terhitung sejak 1938 hingga 1942.

Awal kedatangan Bung Karno ke Bengkulu tidak disukai warga setempat. Mereka curiga Bung Karno akan membuat pembaharuan yang tidak diinginkan. Namun, tidak sedikit yang bisa menerima perubahan yang ditawarkan.

Namun, pada 1942 Jepang masuk ke Indonesia dengan tujuan utama, Palembang, Sumatera Selatan. Khawatir Jepang akan memanfaatkan kecerdasan dan kepemimpinannya Belanda membawa Bung Karno dan keluarga mengungsi ke Padang, Sumatera Barat.

Di suatu malam dengan mobil bak terbuka menembus hutan belantara. Sedianya dari Padang, Bung Karno dan keluarga akan diangkut dengan kapal pengungsi terakhir menuju Australia.

Bung karno dan keluarga menuju padang, Sumbar. Drum-drum berisi bahan bakar yang biasa disimpan di dua tempat, yaitu di Fort Marlbourought dan rumah kediaman Bung Karno meledak dengan hebatnya dan melempar drum-drum itu ke udara.

Rumah Bung Karno di Bengkulu (Foto: Okezone.com/Demon Fajri)

Malam itu langit Kota bengkulu terang benderang oleh api serta suara bising ledakan. Drum-drum diledakkan agar tidak jatuh ke tangan Jepang.

Di tengah hiruk pikuk itulah Belanda berhasil membawa Bung Karno dan keluarga keluar Kota Bengkulu menuju Padang, Sumatera Barat.

''Bung Karno berangkat ke Sumatera Barat melalui jalur darat. Selama satu minggu di Sumatera Barat, Bung karno melanjutkan perjalanan menuju Jakarta melalui jalur laut dengan menaiki kapal laut di pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat menuju Jakarta,'' ulas pendiri Bengkulu Heritage Socety, Almidianto, kepada Okezone.

Soekarno Menikah dengan Fatmawati

Fatmawati

Semasa pengungsian Bung Karno di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia''. Berbagai hal banyak dilakukan Soekarno. Di Bengkulu, Presiden Pertama RI ini sempat mengenal sosok Fatmawati.

Awal perkenalan Soekarno dengan anak tunggal dari pasangan suami istri (Pasutri) H Hassan Din dan Siti Khadijah ini ketika. Hassan menitipkan anaknya, Fatmawati dengan keluarga Soekarno berserta istri.

Amanat menitipkan Fatmawati itu lantaran anak pasutri Hassan Din dan Siti Khadijah ini acap kali ke luar kota atau ke Jakarta. Sehingga, dirinya menitipkan kepada Soekarno.

Penitipan tersebut juga menginginkan agar Fatmawati bisa bersekolah di Bengkulu. Kepercayaan pasutri H Hassan Din dan Siti Khadijah ini membuat keluarga Soekarno, istri dan anak angkatnya menjadi akrab.

Memasuki masa SMA, anak angkat Bung Karno, Ratna Djuami melanjutkan sekolah di Yogyakarta. Keputusan sekolah di Yogyakarta tersebut membuat istri Bung Karno, Inggit Ganarsih ikut mendampingi Ratna untuk bersekolah di Yogyakarta.

Kepergian Inggit dan anak angkatnya, Ratna ke Yogyakarta membuat semua pelayanan dalam rumah tangga semasa Bung Karno di pengasingan dilayani Fatmawati. Pelayanan terhadap Bung Karno tersebut, mulai dari memasak, membersihkan rumah serta lainnya.

Dari penitipan tersebut, muncul benih-benih cinta antara Bung Karno dan Fatmwati. Sehingga Bung Karno berpamitan dengan sang istri, Inggit untuk menikahi Fatmawati. Namun, hal tersebut di tolak Inggit lantaran tidak ingin di madu.

Berkat adanya peran dari Mohammad Hatta dan Buya Hamka dengan memberikan penjelasan kepada Inggit, pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 1943. Usai menikah, Fatmawati diboyong ke Jakarta untuk mendampingi Presiden Soekarno.

Bung Karno sangat menyayangi istrinya, Inggit yang lembut tersebut. Selama 20 tahun mengarungi rumah tangga, Inggit memiliki peran sangat besar dalam episode perjuangan Bung Karno.

Inggit tidak berada di samping Bung Karno, saat kemerdekaan diproklamasikan. Namun, kehadiran dalam kehidupan dan perjuangan Bung Karno sangat luar biasa. Ketika Bung Karno menyatakan keinginan menikah lagi agar mempunyai keturunan, Inggit tetap tegar dan tabah dan memilih untuk dikembalikan ke keluarganya di Bandung, Jawa Barat.

''Pada tahun 1943, Soekarno menikah dengan Fatamwati di Bengkulu. Pernikahan tersebut diwakilkan dengan opsir dari Belanda. Setelah menikah Fatmawati langsung berangkat ke Jakarta,'' jelas Yanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini