nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukuman Kebiri Kimia Pemerkosa Anak Dinilai Melanggar HAM

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 27 337 2097199 hukuman-kebiri-kimia-pemerkosa-anak-dinilai-melanggar-ham-72jN1WCo8V.jpg Komnas HAM. (Foto: Ist)

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut vonis kebiri kimia yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto kepada MA (20), pelaku pemerkosa dan pencabulan anak di bawah umur, dianggap melanggar HAM.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menegaskan hukuman keberi kimia masuk kategori hukuman fisik. Ini tentu sangat bertentangan dengan konsep HAM.

Baca juga: Pemerkosa 9 Anak Divonis Kebiri Kimia, KPAI Apresiasi PN Mojokerto 

"Hukuman fisik itu kalau dikenal konsep HAM itu dilarang, karena itu melanggar konvensi anti-penyiksaan," kata Choirul saat berbincang dengan Okezone, Selasa (27/8/2019).

Pemerkosa anak di Mojokerto dijatuhi hukuman kebiri kimia. (Foto: Ist)

Menurut dia, hukuman fisik tersebut terkesan melampiaskan "dendam", bukan untuk pemulihan orang atas perbuatan jahatnya.

"Hukuman yang sifatnya fisik itu dendam, dia tidak pemulihan orang jahat jadi orang baik. Tidak ada kesempatan orang berbuat jahat menikmati untuk jadi baik," ungkap Choirul.

Baca juga: DPR Setuju Paedofil Dikebiri Permanen agar Ada Efek Jera 

Oleh karena itu, hukuman fisik seperti kebiri kimia maupun cambuk, apa pun sifatnya melanggar hak asasi manusia.

"Pokoknya yang sifatnya fisik itu melanggar," beber Choirul.

Namun, ia juga mengatakan aksi pelaku yang memerkosa sembilan anak dianggap pelanggaran berat HAM. Akan tetapi, negara tidak bisa menghukum pelaku dengan cara melanggar HAM juga.

Baca juga: Cabuli 9 Anak, Pemuda di Mojokerto Dihukum Kebiri Kimia 

"Tapi kita clear pemerkosaan merupakan pelanggaran HAM serius dalam konteks HAM yang berat. Tapi untuk atasi ini tidak harus dengan fisik. Kan bisa hukuman maksimal. Sebenarnya bisa," ucap Choirul.

Ilustrasi pengadilan. (Foto: Shutterstock)

Maka itu, Komnas HAM meminta dibatalkannya perpu yang mengatur hukuman fisik.

Baca juga: Jimly: Enggak Usah Perppu, Buat Aja UU soal Kebiri! 

"Kami ingatkan sejak awal kami menolak perpu tersebut," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini