nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Dada Rosada dan Mantan Sekda Kota Bandung

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 10:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 27 337 2097097 kpk-periksa-dada-rosada-dan-mantan-sekda-kota-bandung-xn5ES1dHYT.JPG Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan bekas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi hari ini.

Sedianya, Dada Rosada dan Edi Siswandi akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung. Keduanya akan diperiksa untuk‎ tersangka mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Bandung, Hery Nurhayat (HN).

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HN," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).

‎Sebelumnya, Dada Rosada absen alias tidak menghadiri panggilan pemeriksaan tim penyidik pada Rabu, 14 Agustus 2019. KPK mendapat informasi bahwa Dada Rosada saat itu sedang sakit.

Dalam perkara ini, KPK menduga banyak pihak yang turut menerima uang korupsi pengadaan tanah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung, tahun anggaran 2012-2013. Aliran uang korupsi tersebut diduga mengalir ke para tersangka serta sejumlah pihak lain di Bandung.

Sejauh ini, KPK sudah menerima pengembalian uang dalam bentuk rupiah senilai puluhan juta dari sejumlah pihak. Tak hanya itu, KPK juga menerima adanya pihak yang mengembalikan 5 bidang tanah dalam perkara ini.

Berdasarkan proses penghitungan saat ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp60 miliar dari alokasi anggaran Rp123,9 miliar. Kerugian negara diindikasikan terjadi karena harga yang dimark-up sehingga uang yang sebenarnya diterima oleh pemilik tanah jauh lebih kecil.

KPK sendiri baru menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan tanah dan RTH di lingkungan Pemkot Bandung tahun anggaran 2012-2013. Ketiga tersangka tersebut yakni, Hery Nurhayat serta dua anggota DPRD Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet.

Tomtom dan Kadar diduga meminta alokasi penambahan dana untuk untuk dua proyek RTH di Mandalajati dan Cibiru. Adapun, yang mengesahkan anggaran tersebut yakni, Hery, Kadar, dan Tomtom. Dua anggota DPRD Bandung tersebut diduga juga berperan sebagai makelar dalam pembahasan lahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini