nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Megawati: Dulu Jerman Bersatu, Korea Juga Bisa

Selasa 27 Agustus 2019 08:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 27 337 2097055 megawati-dulu-jerman-bersatu-korea-juga-bisa-lyh28GWEr7.jpg Megawati Soekarnoputri. (Foto: Okezone)

SEOUL – Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyatakan keyakinan suatu saat akan terjadi reunifikasi Korea atau Korea bersatu. Apalagi pengalaman di Jerman sudah menunjukkan bahwa Jerman Barat dan Timur bisa bersatu walau dulu banyak yang melihatnya tidak mungkin terjadi.

Hal itu diungkapkan Megawati saat berbincang dengan wartawan usai tiba di Seoul, Korea Selatan, Senin 26 Agustus 2019 malam waktu setempat. Megawati hadir di sana untuk menjadi salah satu pembicara utama acara DMZ International Forum on the Peace Economy.

Baca juga: Ini Susunan Pengurus DPP PDIP 2019-2024 yang Dibentuk Megawati 

Ia mengungkapkan sudah "langganan" mengisi pertemuan dan konferensi perdamaian di Korea. Sebab selain dikenal sebagai orang Indonesia, dirinya adalah putri Bung Karno, proklamator RI yang berhubungan baik dengan pemimpin kedua Korea sejak dahulu.

Bung Karno mengenal mendiang Kim Il-sung yang merupakan kakek Presiden Korea Utara saat ini Kim Jong-un. Sementara Megawati kenal dengan Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un.

Megawati menjelaskan sudah berkali-kali bertemu dan berkomunikasi dengan pemimpin kedua Korea. Memang hal yang utama, ada keinginan dari kedua belah pihak melakukan sebuah hubungan kembali setelah "terpisah".

Baca juga: Megawati Ingin Pemilihan Ketua MPR Aklamasi 

"Pada kenyataannya formulasi yang saya sampaikan kepada almarhum Kim Jong-il pada waktu itu, maupun Presiden Korsel saat itu Roh Mo Hyun, sebenarnya sudah saya lihat hubungannya mendekat. Tapi kita sendiri mengerti ada perkembangan politik tersendiri," ujar Megawati.

Keinginan menghubungkan kembali persaudaraan itu masih kuat. Kini kembali seperti gayung bersambut di era pemimpin Korut saat ini. Megawati mengaku diminta kembali bisa membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di antara kedua Korea.

Megawati mengaku sudah meminta agar apa pun kondisinya tidak ada yang menyerah untuk perjuangan ke arah perdamaian kedua negara.

"Saya bilang jangan menyerah, karena apa pun tidak hanya persoalan politik. Tapi ini masalah kekeluargaan yang dipecah sedemikian rupa akibat politik. Sehingga tentunya, saya sangat yakin mereka akan menjadi satu negara kembali," ujar Megawati menyampaikan harapannya.

"Mungkin nanti satu negara dua sistem. Karena kalau kita lihat kan Jerman akhirnya bisa bersatu, yang pada waktu itu rasanya tidak mungkin," tegas ketua umum PDIP ini.

Baca juga: Presiden Korsel Janji Kejar Upaya Reunifikasi Korea pada 2045 

Sebagaimana diketahui, reunifikasi Jerman berlangsung pada 3 Oktober 1990, ketika mantan daerah Republik Demokratis Jerman atau Jerman Timur digabungkan ke Republik Federal Jerman atau Jerman Barat.

Selepas pemilihan umum bebas pertama Jerman Timur pada 18 Maret 1990, rundingan di antara Jerman Timur dan Barat selesai dalam satu kesatuan perjanjian. Negara Jerman yang telah bersatu menjadi anggota Komunitas Eropa dan NATO.

Baca juga: Korea Utara Tolak Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan Korea Selatan 

Keberadaan Megawati di Seoul adalah dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy.

Di arena tersebut, Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama, presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, Amerika Serikat, dan Norwegia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini