Share

Pemkot Balikpapan Siap Dukung Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim

Amir Sarifudin , Okezone · Senin 26 Agustus 2019 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 26 337 2096755 pemkot-balikpapan-siap-dukung-pemindahan-ibu-kota-ke-kaltim-HEIIC51Dqc.jpg Presiden Jokowi memutuskan ibu kota pindah ke Kaltim saat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

BALIKPAPAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kaltim, bersyukur dengan keputusan presiden tersebut.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan, jajaran pemkot serta elemen masyarakat siap mendukung rencana pemerintah pusat memindahkan ibu kota ke Kaltim, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

“Kita bersyukur ibu kota ditetapkan di PPU dan Kukar. Prinsip mendukung penuh arah pusat dan kota siap Balikpapan bersinergi manjadi Kaltim ibu kota negara,” kata Rahmad Mas’ud, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, Balikpapan sebagai daerah penyangga ibu kota baru akan merasakan dampaknya di bidang perekonomian. Pemkot pun akan melakukan persiapan untuk memanfaatkan peluang dari pemindahan ibu kota tersebut.

“Dampak ekonomi pasti akan dirasakan, perlu penguatan pemkot untuk menangkap peluang sebagai kota jasa dan industri. Kita harus siapkan itu,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. (Foto : Okezone.com/Amir Sarifuddin)

Kedekatan emosional antara dirinya dengan Bupati PPU, Gofur Mas’ud, jadi motivasi lebih untuk bersinergi guna memajukan masyarakat Kaltim. Gofur sendiri merupakan adik Rahmad Mas’ud.

“Kedekatan emosional ini dalam konteks bersinergi untuk memajukan daerah, bekerjasama lebih baik lagi untuk kemajuan masyarakat Kaltim,” tuturnya.


Baca Juga : Gubernur Kaltim: Pemindahan Ibu Kota Berdampak Positif untuk Seluruh Kalimantan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan ibu kota pindah ke Kaltim. Ia memilih Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim, sebagai lokasi ibu kota baru.

Jokowi pun memaparkan alasan dirinya memilih dua kabupaten di Kaltim tersebut. "Risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, kebakaran hutan, gunung merapi dan tanah longsor," ujarnya.


Baca Juga : Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Pemerintah Harus Perhatikan UU

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini