Aktivis Papua: Kami Merasa Bagian dari Indonesia di Era Gus Dur

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 26 Agustus 2019 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 26 337 2096744 aktivis-papua-kami-merasa-bagian-dari-indonesia-di-era-gus-dur-azRrKNEXwE.JPG Aktivis Papua, Arkilaus Baho saat menyampaikan pernyataan pers soal konflik Papua (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA - Salah satu aktivis dari Papua, Arkilaus Baho menilai masyarakat di tanah kelahirannya itu baru merasa benar-benar menjadi bagian dari Republik Indonesia di era kepemimpinan Presiden ke-4, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Menurutnya, di era Gus Dur, masyarakat Papua bisa lebih bebas berekspresi. Namun kini, di era kepemimpinan Gus Dur kebebasan berekspresi tersebut tak lagi dirasakan masyarakat Papua.

"Kami harus mengapresiasi bahwa Papua itu merasa bagian dari Indonesia di era Gus Dur," ucap Arkilaus di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

"Hanya Presiden Gus Dur yang kemudian orang Papua merasa memiliki Indonesia. Artinya, bahwa itulah ruang di mana orang Papua berekspresi. Setelah Gus Dur tidak ada lagi ekspresi seperti itu," katanya menambahkan.

Tak heran lanjut Arkilaus, jika masyarakat Papua sangat menghormati Gus Dur. Bahkan, mereka sendiri memiliki sebutan kepada Gus Dur, yaitu sebagai bapak segala bangsa. "Bagi kami, Gus Dur adalah bapak segala bangsa. Orang Papua menyebut beliau itu bapak segala bangsa," tuturnya.

Almarhum Gus Dur

Dirinya menilai bahwa setelah era kepemimpinan Gus Dur, masyarakat Papua seolah hanya menjadi penonton di tanah leluhurnya sendiri. Tak hanya itu, menurutnya, kebebasan berekspresi pun sudah kian dibatasi.

"Kita lebih pada menjadi penonton sebenarnya, baik dari segi ekonomi politik maupun dalam berekspresi juga, di sana kan orang turun demo saja selalu dihadang. Karena prosedur seharusnya hanya melaporkan saja itu di sana harus mendapatkan izin dari pihak keamanan, itu malah dipersempit," sesalnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini