nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koalisi Kawal Capim KPK Akan Surati Jokowi Minta Pansel Dievaluasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2019 18:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 25 337 2096411 koalisi-kawal-capim-kpk-akan-surati-jokowi-minta-pansel-dievaluasi-z7xmMZmY6t.jpg Koalisi Kawal Capim KPK jumpa pers soal Pansel Capim KPK di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019). (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – LSM yang tergabung dalam Koalisi Kawal Calon Pimpinan (Capim) KPK akan menyurati Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta mengevaluasi kinerja Tim Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK.

Anggota Koalisi Kawal Capim KPK Asfinawati menjelaskan, surat itu berisi permintaan kepada Presiden Jokowi agar memanggil tim Pansel KPK guna mengevaluasi kinerjanya lantaran disebut adanya konflik kepentingan dengan institusi Polri.

"Akan dikirim hari Senin. Soal surat bahwa Jokowi harus mengambil langkah untuk mengevaluasi, mempertimbangkan sangat soal adanya indikasi konflik kepentingan," kata Asfinawati dalam jumpa pers di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Minggu (22/8/2019).

Jokowi Hadirkan Kembali Semangat Kebersamaan Anak Bangsa

Koalisi Kawal Capim KPK meminta Jokowi mengganti para tim pansel yang diduga memiliki kepentingan konflik dengan lembaga Polri. Setidaknya, mereka menyebut Ketua Pansel Yenti Garnasih dan dua anggotanya Indriyanto Seno Adji serta Hendardi yang terlibat dalam kepentingan itu.

"Karena itu, harus mengganti anggota pansel yang bersangkutan," ujar Asfinawati.


Baca Juga : 3 Anggota Pansel Capim KPK Dituding Punya Konflik Kepentingan dengan Polri

Selain itu, Asfinawati meminta Pansel Capim KPK agar mendengarkan dan menyerap aspirasi dari masyarakat terkait figur-figur yang akan memimpin lembaga antirasuah ke depan.

"Pansel KPK agar lebih peka dan responsif terhadap masukan masyarakat serta mencoret nama-nama yang tidak patuh LHKPN dan mempunyai rekam jejak bermasalah," tuturnya.


Baca Juga : Pansel Capim KPK Bantah Tudingan Konflik Kepentingan dengan Polri

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini