nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbauan BMKG Antisipasi Kekeringan di Puncak Musim Kemarau

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2019 10:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 25 337 2096292 imbauan-bmkg-antisipasi-kekeringan-di-puncak-musim-kemarau-m8ogWeqINS.jpg Warga mengantre ambil air bersih akibat desa mereka dilanda kekeringan selama musim kemarau (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2019 mendatang. Masyarakat pun diminta mengantisipasi bencana kekeringan yang sudah mulai terjadi di sejumlah daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Nasrullah menghimbau agar masyarakat menghemat penggunaan air.

Kemudian, Nasrullah juga meminta masyarakat mereinstalasi ulang saluran pembuangan air‎ agar air pembuangan dapat meresap kembali ke tanah.

"Untuk mengatasi kekeringan, masyarakat dan kita semua untuk menghemat pemakaian air, mereinstalasi ulang saluran buangan air agar tidak menjadi air comberan, tetapi diresapkan kembali ke tanah yang nantinya secara alami menjadi air yang dapat dikonsumsi," kata Nasrullah kepada Okezone di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Berdasarkan hasil penelusuran, sejumlah daerah yang sudah mulai mengalami kekeringan di antaranya, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTB) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dampak Kekeringan

Di Jawa Barat sendiri, sejumlah daerah yang mulai mengalami kekeringan yakni, Sumedang, Bekasi, Karawang, dan Indramayu. Sedangkan di Jawa Tengah, terjadi di Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang‎ dan Wonogiri.

Adapun untuk wilayah DIY, terjadi kekeringan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman. Sementara di Bali, terjadi di daerah Buleleng. Selanjutnya, daerah di NTB yang mengalami kekeringan yakni, Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Timur.

(put)

Berita Terkait

Kekeringan di Daerah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini