nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berbagai Seruan Perdamaian untuk Tanah Papua

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 23:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 24 337 2096244 berbagai-seruan-perdamaian-untuk-tanah-papua-dRFluYYBld.jpg Aksi Damai Mahasiswa Papua di Jakarta (foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Berbagai seruan perdamaian untuk tanah Papua tersiar dari banyak pihak. Para tokoh adat hingga pemuka agama meminta agar konflik di tanah Papua tidak berkepanjangan dan harus cepat diselesaikan.

Mulai dari Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti hingga Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gulto menyerukan hal yang sama untuk perdamaian di tanah Papua.

Baca Juga: DPR Akan Panggil Panglima TNI dan Kapolri Terkait Konflik Papua 

Akhiri Rasisme dan Penjajahan di West Papua

Para tokoh tersebut menyatakan, bahwa kekerasan dan diskriminasi bukan jati diri bangsa Indonesia. Diduga, ada kesalahan informasi yang disebarkan oleh beberapa pihak hingga menimbulkan kerusuhan di tanah Papua.

Tak hanya tokoh dan pemuka agama, di media sosial, lebih dari 160 ribu cuitan memuat pesan cinta damai untuk tanah Papua. Kebanyakan warganet mendorong agar segala persoalan bisa disudahi melalui semangat perdamaian dan persatuan.

"Badai pasti berlalu, cinta pasti akan membawa kembali. #LoveIndonesia#DamaiPapua#DamaiIndonesia," tulis @ninit_ajah, Sabtu (24/8/2019).

"NKRI yang terus berjuang untuk rakyat papua. Apalagi jaman pemerintahan yang sekarang. Love Papua. #DamaiPapua#DamaiIndonesiaku#SavePapua," timpal akun @regganugroho.

Selain seruan via cuitan teks, aneka video bernuansa cinta tanah air juga bermunculan dan viral di medsos. Salah satunya, video menarik seorang warga Fakfak, Papua Barat membawa bendera merah putih dan menegaskan kecintaannya terhadap Indonesia.

 

Meski tak diterakan konteks lengkap pada unggahan video tersebut, paling tidak kehadirannya bisa menjadi simbol perlawanan terhadap isu-isu yang dinilai bisa mengancam keutuhan NKRI. Hal serupa juga dilakukan, Samanhudi Iha yang membawa bendera merah putih dan menghadang kerumunan pendemo di Fakfak yang membawa bendera bintang kejora.

"Merah putih saya akan berkorban! Saya tidak takut. Saya tidak takut mati demi merah putih!" teriak Saman. 

Melalui ragam ungkapan cinta Tanah Air, masyarakat Papua menunjukkan jiwa yang tak gampang diadu domba. Semuanya berujung pada semangat perdamaian. Kegigihan melawan hoaks adalah bagian di dalamnya.

Baca Juga: Menhan Duga Kelompok Bersenjata Dalangi Kerusuhan di Papua 

Sebelumnya, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Piter Frans Rumaseb juga pernah meminta agar semua warga Papua tidak terpancing isu hoaks. Dia memastikan warga Papua di Surabaya aman.

"Kami berharap mama dong semua di Papua, papa dong semua di Papua, saudara-saudara kita di Papua, bahwa kita di Surabaya aman. Anak-anak kuliah di sini aman, tidak ada masalah. Tidak usah khawatir, tidak perlu khawatir yang berlebihan," kata Piter dalam keterangan tertulis.

"Jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial," ditambahkan Piter.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini