Jejak Pengasingan Bung Karno: 300 Gadis Bengkulu Minta Dicarikan Jodoh

Demon Fajri, Okezone · Senin 26 Agustus 2019 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 24 337 2096208 jejak-pengasingan-bung-karno-300-gadis-bengkulu-minta-dicarikan-jodoh-NhbiG5jBO9.jpg Foto: Ist

PRESIDEN pertama Republik Indonesia (RI), Soekarno sempat menginjakkan kaki di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'', Bengkulu. Tidak kurang selama 4 tahun, terhitung sejak 1938 hingga 1942.

Awal kedatangan Bung Karno ke Bengkulu tidak disukai warga setempat. Mereka curiga Bung Karno akan membuat pembaharuan yang tidak diinginkan. Namun, tidak sedikit yang bisa menerima perubahan yang ditawarkan.

Bahkan, menganggap Bung karno sebagai tempat bertanya berbagai masalah. Dari urusan agama, rumah tangga, politik hingga urusan mencari jodoh bagi anak gadis setempat. Tidak tanggung-tanggung ada 300-an anak gadis yang meminta dicarikan jodoh.

Rumah Bung Karno di Bengkulu (Foto: Okezone.com/Demon Fajri)

Banyaknya warga yang mendatangi rumah Bung Karno membuat Belanda gerah dan mengirim intel untuk mengawasi tamu. Mereka khawatir Bung Karno akan menularkan semangat perjuangan dan perlawanan.

Akibatnya warga tidak berani datang kecuali tokoh-tokoh setempat, sahabat dan teman seperjuangan serta LCM Jaquet pegawai Hindia Belanda yang mengurus tunjangan Bung Karno yang lama-lama kagum pada Bung Karno yang ramah dan bersahabat.

''Konsep-konsep perjuangan terus digencarkan Bung Karno. Melalui club musik Monte Carlo tersebut Bung Karno memangkitkan nasionalisme, kemerdekaan,'' ujar Almidianto.

Dari Berbisnis Muebel Hingga Menjadi Guru Agama

Selain menjadi guru agama, kiprah Bung Karno di Bengkulu ditandai dengan banyaknya perjumpaannya dengan banyak orang. Bekerja di perusahaan meubel milik Oey Tjeng Hien Abdul Karim.

Oey Tjeng Hien merupakan kerabat Bung Karno. Dia salah satu tokoh Tionghoa yang tinggal di Bintuhan Kabupaten Kaur provinsi Bengkulu.

Bung Karno juga aktif menulis di majalah, terlibat sebagai pengurus organisasi Islam Muhammadiyah, menganjurkan perempuan terlibat dan belajar banyak hal termasuk politik, serta mengajak para pemuda berolahraga dan berkesenian.

Rumah Bung Karno di Bengkulu (Foto: Okezone.com/Demon Fajri)

Bung Karno juga melakukan modernisasi. Mulai dari membuka tabir pemisah laki-laki dan perempuan di masjid dan mushola, mewajibkan para tokoh membawa istri dalam pertemuan di rumahnya.

''Untuk memenuhi kebutuhan hidup Bung Karno sempat membuat meja rias. Hingga saat ini meja rias tersebut masih tersimpan di rumah pengasingan Bung Karno,'' kata pria yang akrab disapa Yanto ini kepada okezone.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini