nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Percepatan Pembangunan Disebut Jadi Solusi Konflik Sosial di Papua

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 16:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 24 337 2096168 percepatan-pembangunan-disebut-jadi-solusi-konflik-sosial-di-papua-Y9NHGARKf7.jpg Jokowi di Papua

JAKARTA - Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat disebut seperti raksasa yang sedang tidur. Bila raksasa tersebur bangun dan bergerak, dua provinsi itu dinilai akan tumbuh menjadi provinsi terkaya dan ikut membesarkan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan konsultan politik Denny JA. Ia menjelaskan, ada dua alasan Papua layak disebut raksasa. Pertama, hasil riset dari berbagai lembaga yang bergerak di bidang tambang yang menyatakan Grasberg di Papua merupakan tambang emas terbesar di dunia.

Sumber daya yang ada di Papua melampaui semua sumber daya di belahan dunia lain baik di Muruntau, Uzbekistan, atau di Goldstrike, Amerika Serikat, ataupun di Olimpiada, Rusia.

"Yang masih tersimpan, tersembunyi dalam kawasan Papua dan Papua Barat, siapa yang bisa duga?” ujar Denny dalam diskusi 'Merajuk Kembali Kebinekaan yang Mulai Terkoyak' di Cafe Tji Liwoeng, Condet, Jakarta Timur, Sabtu (24/8/2019).

Baca Juga: Konflik di Papua, Pendekatan dengan Kearifan Budaya Harus Ditonjolkan

Selain itu, Papua dan Papua Barat juga dikenal sebagai kawasan paling kaya untuk keragaman hidup bawah laut. Kekayaan flaura dan fauna di sana juga tak tertandingi wilayah lain di seluruh dunia.

"Provinsi mana lagi yang bisa menyaingi Papua dan Papua Barat untuk kekayaan tambang dan flora, fauna? Bukan hanya tak ada provinsi di Indonesia yang mendekati kekayaan itu, tak ada pula provinsi di kawasan dunia lainnya,” sambungnya.

Aktivis lingkungan, Agus Edy Santoso menilai potensi tanah Papua sangatlah kaya dengan aneka tambang, flora dan fauna. Namun, hal itu menjadi ironi ketika Papua dan Papua Barat menjadi provinsi yang paling besar prosentase kemiskinannya.

Foto:Antara

"Ada komponen ketidak adilan ekonomi dalam setiap pergolakan di Papua. Solusi apapun yang diambil harus juga ada upaya ekstra mempercepat kesejahteraan rakyat Papua," tuturnya.

Ia juga menyoroti isu ketidak adilan ekonomi jangan terlalu banyak dihadapi oleh pemerintah dengan jargon pentingnya nasionalisme, NKRI dan sebagainya.

"Sudah benar infrastuktur membuka isolasi di Papua. Namun infrastuktur harus cepat diikuti oleh peningkatan kualitas SDM, enterpreneurship dan perhatian pada lingkungan hidup," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini