nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habib Rizieq Klaim Pencekalannya di Arab Saudi karena Ulah Pemerintah

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 24 337 2096161 habib-rizieq-klaim-pencekalannya-di-arab-saudi-karena-ulah-pemerintah-2GFuadk9h9.jpg Habib Rizieq Shihab (foto: Sindo)

JAKARTA - Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Sihab menyebutkan kalau pencekalan yang dialaminya dengan keluarga dari Arab Saudi untuk kembali ke tanah air karena usulan dari pemerintah Indonesia saat ini.

Rizieq menjelaskan, pemerintah Indonesia telah melakukan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, ia beserta keluarga tidak bisa pulang ke tanah air setelah kurang lebih 2,5 tahun berada di Arab Saudi.

Hal tersebut diungkapkan Habib Rizieq melalui rekaman suara yang diputar pada saat acara Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

“Allhamdulillah, dengan aneka ragam makar yang dilakukan oleh musuh-musuh kami, khususnya oleh rezim zalim dan curang yang selalu membujuk pemerintah Saudi untuk mempersulit saya selama di kota suci Makkah,” ucap Rizieq.

 Baca juga: FPI: Kalau Nanti Habib Rizieq Kembali, Beliau Tetap Komitmen Jaga NKRI

Kendati demikian, Rizieq mengatakan, bahwa pencekalan itu karena terpaksa. Ia mengungkapkan hal tersebut dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi demi menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah di Tanah Air.

“Allhamdulillah faktanya selama ini pemerintah Saudi hanya terpaksa mencekal saya untuk menjaga hubungan bilateral antara Saudi dan Indonesia,” ungkapnya.

 Baca juga: Habib Rizieq Ungkap Tak Akan Ngemis ke Pemerintah Soal Kepulangannya

Adapun, lebih lanjut Rizieq mengklaim kalau pencekalan yang dialaminya selama ini dikarenakan sebagai bentuk perlindungan yang diberikan kerajaan Arab Saudi kepada dirinya dan keluarga.

“Sekaligus untuk memberi perlindungan keamanan kepada saya sekeluarga. Itu sebabnya dalam surat cekal kerajaan Saudi, tertulis bahwa sebab pencekalan alsannya keamanan. Alasan keamanan. Bukan pelanggaran peraturan, atau kesalahan keimigrasian, apalagi pelanggaran perdata atau pidana di Saudi,” papar Rizieq.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini