nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habib Rizieq Ungkap Tak Akan Ngemis ke Pemerintah Soal Kepulangannya

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 16:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 24 337 2096153 habib-rizieq-ungkap-tak-akan-ngemis-ke-pemerintah-soal-kepulangannya-P74l7huVlQ.jpg Habib Rizieq Shihab (foto: Sindo)

JAKARTA - Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Sihab menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta sedikit pun bantuan pemerintah dalam proses kepulangannya ke Indonesia dari Arab Saudi.

“Demi Allah saya tidak akan meminta bantuan rezim zalim Indonesia, apalagi mengemis untuk cabut cekal saya di Saudi,” kata Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

 Baca juga: FPI: Kalau Nanti Habib Rizieq Kembali, Beliau Tetap Komitmen Jaga NKRI

Lebih lanjut, Rizieq mengatakan, yang dituntutnya selamanya kepada pemerintah Indonesia saat ini adalah hak memperoleh kebebasan agar dirinya dan keluarga bisa kembali ke Tanah Air.

“Saya hanya menuntut hak kebebasan saya di Indonesia dan sebagai manusia tidak boleh diganggu siapapun. Termasuk rezim saat ini. Tidak ada yang punya hak untuk melanggar hak asasi manusia saya dan keluarga,” ucap dia.

 Baca juga: Habib Rizieq Ungkap Hujan di Makkah Beda dari Biasanya saat Wafatnya Mbah Moen

Meskipun belum kembali ke tanah air selama 2,5 tahun, Rizieq Shihab mengungkapkan bahwa keadaannya di Arab Saudi dalam kondisi yang nyaman, aman, dan juga bahagia.

“Bukan kesuhahan atau kesulitan apalagi penderitaan. Malah kebagahiaan yang penuh nikmat. Saya mohon dukungan umat Islam dan seagama seakidah saya mohon doa agar saya dan keluarga bisa istiqomah,” ucap dia.

Sekadar diketahui, sebelum meninggalkan Indonesia Rizieq terjerat dua kasus yaitu dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar, dan dugaan chat mesum antara Rizieq bersama Firza Husein yang ditangani Mabes Polri.

Kendati demikian, Rizieq diketahui telah melampaui izin masa tinggal atau overstay di Tanah Suci sejak 21 Juli 2018. Ia pun resmi dicekal pemerintah setempat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini