nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Sarankan Ibu Kota Baru Bukan Jadi Daerah Otonom

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 13:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 24 337 2096092 kemendagri-sarankan-ibu-kota-baru-bukan-jadi-daerah-otonom-mxw8Ap3M6u.jpg Kutai Barat, Kaltim jadi kandidat ibu kota baru (Foto: Ist)

 

JAKARTA - Plt Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik menyebutkan kalau proses pemindahan Ibu Kota Indonesia masih terus dalam tahap pengkajian.

Ia menjelaskan, tahapan tersebut akan melalui beberapa proses, seperti penetapan lokasi dulu kemdian nanti juga mempersiapkan lahan, menyiapkan masterplan, dan kemudian melakukan kalkulasi terhadap besaran biaya.

 Baca juga: Gerindra Sepakat MPR Dilibatkan dalam Pembahasan Pemindahan Ibu Kota

Hal tersebut disampaikannya di dalam diskusi Polemik MNC Trijaya yang bertajuk 'Gundah Ibu Kota Dipindah' di D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

"Kemudian bagaimana nanti mekanisme prosedur pemindahan aparatur, kemudian kelembagaan otorisasi pemerintahan, nanti terkait persoalan aparatur dan berbagai hal terkait masalah lainnya, kami katakan masih pada posisi melakukan kajian," ujar Akmal.

 Baca juga: Arya Sinulingga: Pemindahan Ibu Kota Lebih Cepat, Lebih Baik

Kendati demikian, Akmal Malik mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo agar daerah Ibu Kota yang dipilih nantinya bukan menjadi daerah otonom.

"Pasti tentu tentang kita menyarankan sebaiknya jangan merupakan daerah otonom," ungkapnya.

Lebih lanjut, Akmal juga menyarankan agar Ibu Kota negara nantinya tidak terjadi pemilihan daerah (Pilkada). Hal tersebut dikarenakan, belum diketahui bagaimana dinamika politis di daerah Ibu Kota baru itu.

"Kita memahami dinamika politik dan dinamis di setiap daerah, kita khwatirkan akan bisa menjadi persoalan dalam mengambil keputusan, dalam membuat kita yang betul-betul teduh, sebuah ibu kota yang aman bagi pimpinan daerah, dalam mengambil keputusan," tutup Akmal. (wal)

(kha)

Berita Terkait

Ibu kota pindah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini