nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arya Sinulingga: Pemindahan Ibu Kota Lebih Cepat, Lebih Baik

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 12:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 24 337 2096076 arya-sinulingga-pemindahan-ibu-kota-lebih-cepat-lebih-baik-SDvKC7RWF3.jpg Founder Bhinneka Institute, Arya Sinulingga (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Founder Bhinneka Institute, Arya Sinulingga menilai kalau mempercepat pemindahan Ibu Kota negara Indonesia akan lebih baik. Lantaran, menurutnya, pemindahan Ibu Kota Indonesia dapat mempercepat pemerataan pembangunan.

"Makin cepat makin baik, kalau Ibu Kota pindah. Karena beban Jabodetabek besar. Kita perlu langkah besar untuk melakukan pemerataan," ucap Arya dalam diskusi Polemik MNC Trijaya yang bertajuk 'Gundah Ibu Kota Dipindah' di D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

Kata Arya, beban Kota Jakarta sudah terlalu besar. Apalagi, Jakarta juga terkoneksi dengan beberapa wilayah tetangga, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan juga Bogor, serta juga polusi udara menjadi salah satu alasan memindahkan Ibu Kota.

 Arya Sinulingga

"Beban Jakarta sudah makin crowded. Karena kemacetan juga merugikan kita, terlebih polusi udara yang bahaya, Greenpeace menyatakan bahaya polusi Jakarta sudah kacau," terangnya.

Lebih lanjut, Arya mengungkapkan pemerintah saat ini melakukan kajian serius terkait wacana pemindahan Ibu Kota itu. Menurutnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah berani mendobrak gagasan percepatan pemerataan agar tidak Jawasentris.

"Presiden di Pidato kenegaraan di depan MPR, DPR, DPD tempo hari sudah minta izin kepada rakyat untuk pemindahan Ibu Kota. Kajian pemindahan sudah ada, tinggal ada enggak yang berani eksekusi. Presiden sudah membuka itu (pemindahan ibu kota)," papar Arya.

Seperti diketahui, saat ini sejumlah Kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PUPR, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) tengah melakukan kajian serius terkait lokasi ibu kota baru dari Indonesia. Nantinya, kajian tersebut menjadi pertimbangan Presiden.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini