nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari Razia Satpol PP, Pengemis Door to Door ke Perumahan

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 09:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095894 hindari-razia-satpol-pp-pengemis-door-to-door-ke-perumahan-4FfhxWxcFI.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

DI TENGAH hiruk pikuk pembangunan, masih terselip keberadaan orang-orang yang terpinggirkan akibat kesenjangan sosial yang belum seluruhnya merata. Potret kemiskinan ini masih terpampang jelas di sejumlah pelosok Tanah Air, tak terkecuali di kota-kota besar.

Himpitan ekonomi serta minimnya pendidikan, membuat masyarakat dari kalangan bawah banyak yang mengambil jalan pintas untuk mengais rezeki. Ada beberapa yang menjadi pelaku kejahatan, lantaran tergiur dengan hasil yang banyak dalam waktu singkat. Sementara yang lainnya memilih menjadi pengamen, pemulung atau pengemis, karena dirasa lebih aman dan tak beresiko tinggi.

Meski para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ini kerap berurusan dengan Satpol PP, namun keberadaan mereka masih terbilang menjamur. Berkali-kali terkena razia, tak membuat PMKS kapok dan terus saja beroperasi. Bahkan ada beberapa pengemis yang menggunakan trik demi menghindari razia, seperti menyamar menjadi pemulung, atau pura-pura tersasar di dalam transportasi umum, misalnya KRL.

Namun tak sedikit pula pengemis yang memilih beroperasi di tempat yang lebih aman agar tak terkena razia. Salah satunya Sunari, pengemis yang kerap beroperasi di perumahan di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Lelaki 67 tahun itu mengemis bersama sang bibi, Sitem, yang usianya lebih renta. Setiap malam keduanya berkeliling perumahan, meminta belas kasihan penghuni rumah yang mereka datangi. Sitem yang memiliki kaki agak pengkor, harus digandeng oleh Sunari saat meminta-minta.

Infografis Pengemis (Foto: Okezone)

"Begini (mengemis) sudah 10 tahun lebih. Dulu itu saya kerja di bangunan (kuli). Karena sakit, dari situ saya berhenti kerja. Dada saya suka kumat kalau kerja lagi, begitu terus. Akhirnya saya ngemis karena merasa ringan dada saya, tidak sakit lagi," kata Sunari saat diwawancarai Okezone, Kamis (22/8/2019).

Dalam sehari, Sunari dan Sitem rata-rata hanya mengantongi tak kurang dari Rp 30ribu. Kendati masih kurang dari kata cukup, ia mengaku tetap bersyukur dan tak pernah mengeluh soal pendapatannya.

"Ya kadang-kadang sehari Rp 30ribu. Kalau lagi rezeki bisa sampai Rp 40ribu. Ya cukup gak cukup, kan banyak kebutuhan. Anak cucu mau ini itu, ya dicukup-cukupi aja," ujar warga Kampung Kombo, Kecamatan Krisi, Indramayu, Jawa Barat itu.

Pengemis Bekasi

Tak seperti kebanyakan pengemis yang memilih beroperasi di tempat-tempat umum yang dipenuhi khalayak ramai dan lalu lalang kendaraan, Sunari justru sengaja memilih perumahan sebagai tempatnya mengais rezeki. Ia merasa lebih aman dan terhindar dari razia Satpol PP.

"Kalau di lampu merah sama pom bensin gak pernah. Saya cuma di perumahan di Bekasi aja. Keluar habis maghrib, pulangnya sekitar jam 9-10 malam. Belum pernah kena razia. Pernah kena sekali waktu pas mau pulang ke Karang Kitri, dibina 2 hari. Sekarang kalau ada razia, biasa aja. Gak pernah ngindar, jalan kaki aja," akunya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini