nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pansel Pastikan Tak Ada Konflik Kepentingan dalam Seleksi Profil Asessment

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 19:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095829 pansel-pastikan-tak-ada-konflik-kepentingan-dalam-seleksi-profil-asessment-gxNvTJrP6y.jpg Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansek Capim KPK), Yenti Ganarsih menegaskan bahwa tak ada konflik kepentingan dalam meloloskan 20 nama Capim KPK ke tahapan seleksi profil asessment.

Pasalnya, sejumlah nama Capim yang lolos tersebut berasal dari Polri, dan Kejaksaan Agung yang merupakan lembaga yang diajak kerja sama Pansel KPK dalam menyeleksi para calon pimpinan lembaga antirasuah itu.

"Siapa yang khawatir? ya nggak apa-apa. Komisioner KPK pertama kali ada pak Indriyanto, juga Polri juga, ada jaksa juga, dan berhasil. Tapi kita sudah melakukan suatu tes dimana yang bersangkutan itu harus punya independensi ketika di sana, meninggalkan kepentingan lembaga asalnya," kata Yenti di Gedung Setneg, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

 Baca juga: Pansel Serahkan 10 Capim KPK ke Jokowi pada 2 September

Yenti berharap, para komisioner KPK nantinya bisa bekerja dengan profesional karena proses seleksi yang dilakukan Pansel juga sudah ketat.

"Kita harapkan mereka di situ bekerja atas nama sebagai komisioner KPK, itu saja, dan kita harus memberikan kepercayaan itu karena kita sudah melakukan tahapan-tahapan yang sedemikian ketat dan panjang," tuturnya.

 Baca juga: 20 Calon Pimpinan KPK Lolos Seleksi Profile Assessment

Yenti belum memastikan bahwa 20 nama yang sudah lolos ke tahapan selanjutnya sudah menyerahkan LHKPN ke KPK. Menurut dia, laporan LHKPN akan ditanyakan pada proses wawancara yang akan berlangsung pada 27 September.

"Biasanya kadang kita tanyakan di wawancara. Jadi begitu, aturannya adalah mengumumkan kepada masyarakat, berdasarkan peraturan undang-undangan yang berlaku. Dan itu ketika diangkat, sementara kami adalah proses seleksi pemilihan, bukan dalam proses pengangkatan, yang mengangkat Presiden, setelah dipilih oleh DPR," tandasnya.

(wal)

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini