nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen: PAN Tak Pernah Diajak Gabung Kabinet

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 16:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095775 sekjen-pan-tak-pernah-diajak-gabung-kabinet-iUbNGaFiaI.jpg Sekjen PAN, Edy (foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Sekjen PAN, Eddy Soeparno memastikan bahwa pihaknya tak pernah diajak untuk masuk Kabinet Kerja jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Ia menilai, tidak diajaknya PAN membahas Kabinet Kerja menegaskan bahwa partai berlambang matahari itu akan menjadi oposisi di pemerintahan.

"Menurut saya ini merupakan penegasan bahwa dari awal tidak ada ajakan bagi kami untuk bergabung. Tapi tentu kalau tidak ada ajakan bagaimana kita, karena PAN tidak mau minta-minta. Saya kira itu juga bukan karakteristik dari PAN," kata Eddy saat menghadiri Milad ke-21 PAN di bawah kolong jembatan Penjagalan, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019).

 Baca juga: Jokowi Dinilai Tak Perlu Bentuk Kementerian Investasi

Eddy menjelaskan, sikap politik PAN pascakontestasi Pilpres 2019 akan ditentukan pada Rakernas. Ia pun memastikan sikap politik itu akan diambil dalam keputusan formal partai.

"Tapi sikap kita sudah jelas. Kita mendukung pemerintah untuk hal-hal yang sifatnya positif pro kepentingan publik, tetapi tentu kami memberikan ruang untuk masukan-masukan yang konstruktif yang disampaikan Pak Amien," jelasnya.

Eddy tak membantah pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang memastikan bahwa PAN telah berada di barisan oposisi. Namun, ia memberikan sinyal bahwa PAN berada di barisan oposisi tengah.

"Masalah posisi kita akan oposisi berada di tengah atau apa. Itu nanti kita bisa tentukan sikap tersebut dalam Rakernas akan datang," tuturnya.

 Baca juga: Namanya Viral Jadi Mendagri, Ganjar: Aku Ngurusi Jawa Tengah Wae

Eddy menambahkan, PAN akan bekerjasama dengan semua partai termaksud Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengawal jalannya pemerintahan ke depan.

"Kita bekerja sama dengan semua pihak, bekerja sama dengan pemerintah, bekerja sama dengan PDIP, dengan Golkar, dengan PKS, Demokrat, Gerindra. Jadi lintas partai kuta bekerja sama. Kalau itu berujung pada kemaslahatan publik kita bekerja sama. Saya rasa tidak ada dikotomi dengan a dengan b," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini