nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD Harap Tidak Ada Provokasi di Tanah Papua

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095750 mahfud-md-harap-tidak-ada-provokasi-di-tanah-papua-xcgqF5cxyq.jpg Mahfud MD (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menyebutkan kalau masalah diskriminatif dan rasisme terhadap masyarakat Papua, harus dibenahi dengan kepala dingin, serta dengan situasi yang tenang.

Sehingga, Mahfud MD berharap tidak ada ada pihak-pihak yang memprovokasi agar Papua berpisah dari Indonesia. Hal tersebut dikarenakan menurutnya tidak ada jalan untuk melakukan itu.

"Tidak ada jalan untuk itu. Secara konstitusi tidak ada referendum untuk satu daerah. Ada segi psikologis dan sosiologis yang perlu dibenahi kedepan. Mari kita berdamai dulu tenangkan situasi," ujar Mahfud di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Jumat, (23/8/2019).

 Baca juga: Polisi Pemberi Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan Sementara

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan kalau secara konstitusi tidak ada referendum yang dilakukan hanya oleh suatu daerah. Hal tersebut pun menurut Mahfud sudah diatur oleh Konvensi PBB.

Dalam konvensi itu, Mahfud mengungkapkan bahwa suatu negara yang mempunyai kedaulatan yang sah atas wilayah tertentu harus mempertahankan suatu daerah dengan berbagai cara.

Oleh sebab itu, ia menyerukan pada seluruh pihak, terutama pemerintah untuk meningkatkan dialog konstruktif dan persuasif. Karena kekerasan yang meresahkan masyarakat ini dapat mempengaruhi stabilitas nasional.

 Baca juga: Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah Mesin ATM, 3 Warga Manokwari Ditangkap

"Bahkan dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan sehari-hari masyarakat itu agar bisa berlanjut melalui dialog konstruktif, persuasif," tutupnya.

Mahfud bersama sejumlah tokoh bangsa menyikapi perkembangan di Papua dalam forum GKS. Adapun sejumlah tokoh yang hadir diantaranya, istri Abdurahman Wahid atau Gusdur, Shinta Nuriyah Wahid, cendikiawan muslim, Quraish Shihab, serta tokoh papua sekaligus mantan menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, Manuel Kaissepo.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini