nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkait Bentrok Papua, Mahfud MD: Mari Berdamai Dulu

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095746 terkait-bentrok-papua-mahfud-md-mari-berdamai-dulu-rHISRkH4uY.jpg Mahfud MD

JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menyebutkan masalah diskriminatif dan rasisme terhadap masyarakat Papua harus dibenahi dengan kepala dingin, serta dengan situasi yang tenang.

Sehingga, Mahfud MD berharap tidak ada ada pihak-pihak yang memprovokasi agar Papua berpisah dari Indonesia. Hal tersebut dikarenakan menurutnya tidak ada jalan untuk melakukan itu.

"Tidak ada jalan untuk itu. Secara konstitusi tidak ada referendum untuk satu daerah. Ada segi psikologis dan sosiologis yang perlu dibenahi ke depan. Mari kita berdamai dulu tenangkan situasi," ujar Mahfud di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Jumat, (23/8/2019).

 Mahfud MD

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan kalau secara konstitusi tidak ada referendum yang dilakukan hanya oleh suatu daerah. Hal tersebut pun menurut Mahfud sudah diatur oleh Konvensi PBB.

Dalam Konvensi itu, Mahfud mengungkapkan suatu negara yang mempunyai kedaulatan yang sah atas wilayah tertentu harus mempertahankan suatu daerah dengan berbagai cara.

Karena itu, ia menyerukan pada seluruh pihak, terutama pemerintah untuk meningkatkan dialog konstruktif dan persuasif. Karena kekerasan yang meresahkan masyarakat ini dapat mempengaruhi stabilitas nasional.

Baca Juga: Kontras Menilai Negara Belum Berimbang Merespons Persoalan di Papua

"Bahkan dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan sehari-hari masyarakat itu agar bisa berlanjut melalui dialog konstruktif, persuasif," tutupnya.

Mahfud bersama sejumlah tokoh bangsa menyikapi perkembangan di Papua dalam forum GKS. Adapun sejumlah tokoh yang hadir diantaranya, istri Abdurahman Wahid atau Gusdur, Shinta Nuriyah Wahid, cendikiawan muslim, Quraish Shihab, serta tokoh papua sekaligus mantan menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, Manuel Kaissepo.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini