nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Akan Undang Tokoh Adat & Tokoh Agama untuk Jaga Kondusifitas Papua

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 15:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095721 jokowi-akan-undang-tokoh-adat-tokoh-agama-untuk-jaga-kondusifitas-papua-YeiBcQtqAN.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengundang tokoh agama dan tokoh adat di Papua dan Papua Barat pada awal pekan depan.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, pemerintah ingin mengajak tokoh adat dan tokoh agama itu membantu aparat dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Papua.

"Karena begini, pemerintah Indonesia Pak Jokowi saat ini kencar-kencarnya membangun Papua. Jangan sampai terganggu, tapi memang saya analisa ada kelompok-kelompok tertentu yang blingsatan melihat pembangunan yang terjadi Papua," kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut dia, kelompok-kelompok bersanjata di Papua itu tidak ingin masyarakat di sana sejahtera. Pasalnya, kesejahteraan masyarakat juga berpengaruh terhadap mereka.

"Karena kalau sejahtera nanti dia satu dari sisi kelompok bersenjata tidak memiliki pengaruh lagi nanti kepada masyarakat, gitu," paparnya.

Moeldoko

Baca Juga: BIN Kantongi Identitas Provokator Aksi di Surabaya yang Picu Kerusuhan di Papua

Mantan Panglima TNI itu menilai, kelompol bersanjata dan poros politik Papua tidak akan ada "jualan" lagi tentang ketidaksejahteraan kepada masyarakat Papua.

"Kenyataannya pembangunan sudah berjalan dengan baik. Tidak seperti yang telah digembar-gemborkan di luar," paparnya.

Moeldoko mengatakan, komunikasi pemerintah pusat dan masyarakat Papua tak boleh lagi terputus usai adanya aksi demonstrasi masyarakat Papua. Dengan begitu, masyarakat Papua tak gampang terpengaruh informasi yang sesat.

"Komunikasi harus terbangun terus agar karena dalam proses komunikasi pasti ada faktor lingkungan yang mempengaruhi. Ya nanti kalau ini tidak terbangun terus menerus maka pengaruh kanan kiri itu kadang-kadang bisa menyesatkan," sambungnya.

"Itulah Presiden sangat konsisten membangun komunikasi baik komunikasi di Istana, maupun komunikasi periodik beliau datang ke Papua yang jumlahnya puluhan kali itu. Betul-betul komunikasi selama komunikasi kira-kira seperti itu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini