nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Geledah Kediaman Kabid SDA PUPKP Yogyakarta, KPK Sita Uang Rp130 Juta

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 10:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095583 geledah-kediaman-kabid-sda-pupkp-yogyakarta-kpk-sita-uang-rp130-juta-lBugRlGDSV.jpg Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman Nor Hakim.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita uang sebesar Rp130 juta yang diduga terkait kasus suap lelang proyek pada Dinas PUPKP.

"Di rumah saksi yang merupakan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Yogyakarta. Dari lokasi ini, kami menyita uang sekitar Rp130 juta. Uang ini kami duga masih terkait proyek yang ada di dinas tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: KPK Geledah Kantor Dinas PUKP dan BLP Yogyakarta‎ Terkait Suap Jaksa 

Sebelumnya penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Solo dan Yogyakarta. Masing-masing Kantor PT Kusuma Chandra dan Kantor PT Mataram Mandiri yang berada di Solo, serta Kantor Dinas PUPKP dan Kantor Badan Layanan Pengadaan (BLP) Yogyakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Dalam penggeledahan itu penyidik menyita sejumlah dokumen terkait proyek di Dinas PUPKP yang digarap kedua perusahaan tersebut. "Sebagian besar yang kami temukan adalah dokumen-dokumen terkait dengan proyek," ungkap Febri.

Ia mengungkapkan, KPK akan mendalami sejumlah barang bukti yang disita dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Tentu kami dalami secara lebih spesifik dalam proses pemeriksaan saksi," jelasnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Suap, Jaksa Satriawan Ditahan KPK 

Dalam kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019, KPK telah menetapkan tiga tersangka.

Mereka adalah Jaksa Kejaksaan Negeri Yogyakarta yang juga anggota TP4D, Eka Safitra (ESF); Jaksa Kejari Surakarta (Solo), Satriawan ‎Sulaksono (SSL); dan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana (GYA).

Dalam perkara ini, Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono diduga‎ dijanjikan oleh Gabriella Yuan Ana akan mendapat 5 persen atau sekira Rp415 juta dari total nilai proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Yogyakarta sebesar Rp8,3 miliar.

Baca juga: Jadi Tersangka KPK, Jaksa Kejari Solo Bolos Kerja Tanpa Alasan Jelas 

Namun, Eka Safitra dan Satriawan disebut baru menerima sekira Rp221 juta dari Gabriella. Uang tersebut diserahkan dalam tiga kali tahap, yakni pada 16 April senilai Rp10 juta, 15 Juni Rp100 juta, dan 19 Agustus Rp110 juta.

Sedangkan sisa komisi 2 persen rencananya diberikan Gabriella setelah pencairan uang muka pada minggu keempat Agustus 2019. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan kepentingan Gabriella mendapat proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta.

Baca juga: Rumah Jaksa Kejari Solo Sepi Usai Diburu KPK, Ini Kata Warga 

Proyek ini sendiri diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).‎ Jaksa Eka Safitra merupakan anggota TP4D dari Kejari Yogyakarta. Jaksa Satriawan yang mengenalkan Gabriella ke Eka Safitra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini