nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontras Menilai Negara Belum Berimbang Merespons Persoalan di Papua

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 08:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 23 337 2095558 kontras-menilai-negara-belum-berimbang-merespons-persoalan-di-papua-tAXS5M98Wz.jpg Aksi damai mahasiswa Papua di Jakarta. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai negara tidak berimbang dalam merespons persoalan yang berkembang di Papua. Alih-alih membangun rasa percaya, aparat dinilai justru berlaku diskriminatif berlapis kepada masyarakat di sana.

Indikasi yang menunjukkan aparat negara berlaku diskriminatif berlapis antara lain melalui penambahan pasukan TNI/Polri di Papua. Selain itu, akses internet dan media sosial juga dibatasi dengan dalih menekan persebaran hoaks. Negara disebut lebih mengedepankan pendekatan keamanan ketimbang hak asasi manusia (HAM).

Baca juga: Pemerintah Harusnya Hukum Pelaku Rasis, Bukan Kirim Pasukan Tambahan ke Papua 

"Ya sangat berpotensi melanggar HAM. Penambahan personel TNI/Polri di Papua menunjukkan negara masih mengedepankan pendekatan keamanan," kata Staf Biro Penelitian dan Pemantauan Kontra Rivanlee Anandar kepada Okezone, Jumat (23/8/2019).

Aksi damai mahasiswa Papua di Jakarta. (Foto: Okezone)

Kontras menilai penyelesaian kasus dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang berujung kerusuhan di Bumi Cenderawasih belum tepat. Pasalnya, dimensi penegakan hukum atas pemicu terjadinya kerusuhan belum jelas dilakukan. Aktor-aktor yang diduga melakukan serangan verbal belum dapat ditindak.

"Sementara tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua belum jelas penegakan hukumnya, penyelesaian pelanggaran HAM belum tuntas, pemulihan hak-hak dan rencana penyelesaian persoalan Papua yang menyeluruh belum juga ditunjukkan oleh negara, yang keluar justru kebijakan pembatasan akses informasi," jelas Rivanlee.

Baca juga: Blokir Internet di Papua, Pemerintah Akan Digugat ke Pengadilan 

"Tindakan ini kami nilai jauh dari penyelesaian yang tepat. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa negara tidak berimbang dan tidak proporsional dalam merespon persoalan yang berkembang di Papua," tandas dia.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan pecah di Papua dan Papua Barat dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat turun ke jalan memprotes penangkapan dan dugaan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini