nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkas P21, JPU Tahan Kivlan Zen dan Habil Marati

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 21:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095463 berkas-p21-jpu-tahan-kivlan-zen-dan-habil-marati-BDNmK7PT8N.jpg Kivlan Zen dan Habil Marati Ditahan JPU (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut bahwa berkas perkara penyidikan kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati dinyatakan lengkap atau P21.

Dengan lengkapnya berkas itu, penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut.

"Hal ini ditindaklanjuti oleh penyidik Polda Metro Jaya dengan menyerahkan kedua tersangka tersebut dan barang buktinya (Tahap II) kepada Penuntut Umum pada hari ini," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mukri kepada Okezone, Jakarta, Selasa (22/8/2019).

Mukri menjelaskan, proses tahap II ini dilakukan karena Penuntut Umum setelah melakukan penelitian berkas perkara terhadap kedua tersangka tersebut.

Kivlan Zen

Baca Juga: Kivlan Zen Akan Dihadapkan dengan Habil Marati Cs Terkait Makar Sore Ini

Selain itu, perkara ini juga telah memenuhi syarat formil dan materiil dengan bukti yang cukup melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana dalam ketentuan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang terjadi sekitar bulan Mei 2019 di daerah Jakarta Pusat.

"Saat ini tersangka KZ dilakukan penahanan di Rutan Guntur Pomdam Jayakarta dan untuk tersangka HM di RUTAN Salemba selama 20 hari kedepan sampai dengan dilimpahkan ke Pengadilan untuk proses penuntutannya," tutur Mukri.

Sekadar diketahui, Habil diduga memberikan uang Rp150 juta kepada Kivlan Zen. Kemudian, setelah diterima uang itu langsung diserahkan kepada tersangka kasus pembunuhan empat tokoh, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan (HK) untuk membeli senjata laras panjang dan pendek.

Senjata itu disinyalir akan digunakan untuk melancarkan aksi pembuhan terhadap empat tokoh nasional tersebut. Namun, hal itu dibantah oleh pihak Kivlan Zen dan Habil.

Kivlan Zen

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini