nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selisik Peran Korlap Aksi Pengepungan Asrama Papua di Surabaya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 16:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095303 polisi-selisik-peran-korlap-aksi-pengepungan-asrama-papua-di-surabaya-p6q09oYc6l.jpg Kerusuhan di Manokwari Papua Barat (Foto: Chanry/Okezone)

JAKARTA - Polri menyatakan sedang menelisik peran dari kader Partai Gerindra Tri Susanti yang menjadi Kordinator Lapangan (Korlap) aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Mengingat, aksi pengepungan asrama mahasiswa itu disinyalir kuat sebagai pemicu awal lahirnya aksi demonstrasi berujung kericuhan di Papua Barat dan Papua.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap informasi itu," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).

Asep menyatakan, pihaknya juga akan melihat itikad baik dari Partai Gerindra dalam menangani dan memberikan sikap terhadap kadernya tersebut. Mengingat, konsentrasi Polri saat ini adalah untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Papua dan Papua Barat.

"Sementara kami juga melihat reaksi partai yang bersangkutan sedang melakukan investigasi tergadap yang bersangkutan. Kami tidak di area itu tapi kami lihat perkembangannya," papar Asep.

Asep Adi

Baca Juga: BIN Kantongi Identitas Provokator Aksi di Surabaya yang Picu Kerusuhan di Papua

Nama Tri Susanti sendiri ramai diperbincangkan setelah videonya sebagai korlap dalam pengepungan asrama mahasiswa Papua beredar luas. Tri Susanti sendiri diketahui pernah dihadirkan sebagai saksi dari kubu Prabowo dan Sandiaga saat melakukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Disisi lain, Asep menyebut, pihaknya juga mendalami postingan-postingan di media sosial yang bernada provokatif sehingga menimbulkan kerusuhan di Papua Barat.

"Media sosial yang menjadi postingan itu kami juga akan lakukan pendalaman. Ada lima akun medsos kami dalami sekarang masih dalam penyelidikan," tutup Asep.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini