nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Geledah Kantor Dinas PUKP dan BLP Yogyakarta‎ Terkait Suap Jaksa

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095244 kpk-geledah-kantor-dinas-pukp-dan-blp-yogyakarta-8206-terkait-suap-jaksa-Bi7lHn93wK.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi di Yogyakarta terkait kasus dugaan suap lelang proyek infrastruktur yang menyeret dua Jaksa di Jawa Tengah (Jateng), pada hari ini.

Dua lokasi tersebut yakni, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) dan Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Yogyakarta. Penggeledahan masih berlangsung hingga saat ini.

"Saat ini tim KPK sedang melakukan penggeledahan di Dinas PUKP dan BLP Kota Yogyakarta," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).

Ilustrasi

Sebelumnya, tim telah lebih dulu menggeledah dua kantor perusahaan swasta di daerah Solo, Jawa Tengah. Dua perusahaan yang digeledah yakni, Kan‎tor PT Kusuma Chandra dan Kantor PT Mataram Mandiri.

‎"Kemarin, tim KPK berada di Solo untuk lakukan penggeledahan di 2 lokasi, yaitu, Kantor PT. Kusuma Chandra dan Kantor PT. Mataram Mandiri," ucapnya.

Dari hasil penggeledahan kemarin, tim menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek lelang. "Sejumlah dokumen-dokumen terkait proyek disita dari lokasi," jelasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019.

Baca Juga: OTT Oknum Jaksa, Dikabarkan Dilakukan di Dua Lokasi

Ketiga tersangka tersebut yakni, Jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta yang juga anggota TP4D, Eka Safitra (ESF), Jaksa pada Kejari Surakarta (Solo), Satriawan ‎Sulaksono (SSL), dan Direktur Utama (Dirut) PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana (GYA).

Dalam perkara ini, Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono diduga‎ dijanjikan oleh Gabriella Yuan Ana akan mendapatkan 5 persen atau sekira Rp415 juta dari total nilai proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Yogyakarta sebesar Rp8,3 miliar.

Namun, Eka Safitra dan Satriawan disebut baru menerima sekira Rp221 juta dari Gabriella. Uang tersebut diserahkan dalam tiga kali tahapan yakni, pada 16 April, senilai Rp10 juta, pada 15 Juni sejumlah Rp100 juta, dan pada 19 Agustus sebesar Rp110 juta.

Sedangkan sisa fee 2 persen, rencananya akan diberikan oleh Gabriella setelah pencairan uang muka pada minggu keempat bulan Agustus 2019.Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan kepentingan Gabriella mendapatkan proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta.

Proyek tersebut diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).‎ Eka Safitra merupakan sendiri merupakan anggota TP4D dari Kejari Yogyakarta. Satriawan merupakan Jaksa yang mengenalkan Gabriella ke Eka Safitra.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini