nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Ceramah UAS, JK: Dakwah Harus Damai & Rahmatan Lil Alamin

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 14:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095232 polemik-ceramah-uas-jk-dakwah-harus-damai-rahmatan-lil-alamin-5kToncwwqj.JPG Wapres RI, HM Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau para pendakwah agama agar menyampaikan khutbah yang damai dan tidak menyebabkan perselisihan antarmasyarakat Indonesia yang majemuk.

"Dakwah memang harus damai, harus menjadikan seluruh negeri rahmatan lil alamin. Tidak ada dakwah yang menyebabkan perselisihan, yang mengakibatkan perbedaan pandangan," kata JK saat memantau progres renovasi Masjid Istiqlal, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, hidup bermasyarakat harus saling menghargai perbedaan pendapat, pandangan dan pilihan beragama antarmasyarakat, sehingga sikap toleransi dan tenggang rasa perlu dikedepankan. Terlebih bagi para pemimpin atau penceramah agama.

"Kita pasti berbeda, tidak mungkin sama. Otomatis kalau masing-masing orang berbicara tentang keyakinannya ya tidak mungkin sama. Cuma ini bagaimana dakwah itu jangan melebar, jangan menjadi tabrakan," tuturnya.

Ustadz Abdul Somad

Sebelumnya, ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) mendadak viral di media sosial. Pasalnya, salah satu materi ceramahnya dianggap telah menistakan simbol agama lain. Alhasil, ustadz lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu pun dipolisikan oleh sebuah organisasi massa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait kasus tersebut, Wapres JK meminta UAS untuk menjelaskan fakta sebenarnya terkait ceramah yang menyinggung simbol keagamaan agar tidak terjadi kesenjangan sosial antarmasyarakat.

"Apa yang terjadi pada Ustadz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan. Ya dilalui (menggunakan) proses yang ada di negeri ini," tandas JK.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini