nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Mobil Menteri Ratusan Miliar, HNW: Yang Ada Masih Memadai

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 12:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095195 anggaran-mobil-menteri-ratusan-miliar-hnw-yang-ada-masih-memadai-q7aiI8SGBF.jpg Hidayat Nur Wahid

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengkritik kebijakan pemerintah yang mengeluarkan anggaran senilai Rp147 miliar untuk pembelian mobil menteri dalam APBN Tahun 2020. Hidayat menilai mobil dinas yang digunakan saat ini masih cukup layak untuk dipakai.

“Pada hakikatnya mobil-mobil yang ada saya yakin juga masih memadai untuk dipergunakan sebagai mobil dinas untuk menteri maupun pejabat negara yang lain,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Seharusnya, lanjut Hidayat, pemerintah lebih memprioritaskan anggaran kepada program pengembangan SDM unggul yang digaungkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Sementara kan anggaran yang ada bila dipergunakan untuk kepentingan kesejahteraan dan memajukan rakyat Indonesia, apalagi program Pak Jokowi katanya adalah untuk menghadirkan SDM yang unggul. SDM yang unggul itu memerlukan advokasi, di antaranya adalah anggaran,” tuturnya.

Ilustrasi Toyota Crown

Karena itu, Politkus PKS ini lebih mendukung apabila anggaran untuk mobil menteri lebih diprioritaskan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Seperti memberikan beasiswa dan bantuan kepada korban bencana yang sampai sekarang belum diberikan.

“Kalau yang senilai Rp147 miliar itu dipergunakan untuk beasiwa misalnya, untuk anak-anak unggulan dan atau untuk membantu sekolah-sekolah yang kemarin hancur akibat gempa di NTB maupun juga di Sulawesi Tengah yang dijanjikan oleh pak Jokowi, itu jelas lebih diperlukan oleh rakyat ketimbang mobil dinas yang sesungguhnya pun masih memadai untuk digunakan,” ujar HNW.

Baca Juga: PKS Kritik Pengadaan Mobil Dinas Baru Menteri

Sebagaimana diketahui pengadaan mobil dinas baru untuk menteri sudah dimulai pada medio Maret 2019 dan kini proses lelang tendernya sudah selesai.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), anggaran yang dibutuhkan untuk ini lebih dari Rp147 miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini