nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pegawai KPK Tagih Janji Tim Teknis soal Kasus Novel

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 10:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095121 pegawai-kpk-tagih-janji-tim-teknis-soal-kasus-novel-cUIalsuVOJ.jpg Novel Baswedan (dok. Okezone)

JAKARTA - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) mengingatkan kembali janji tim teknis ‎yang dipimpin Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Idham Aziz untuk segera menangkap pelaku penyerangan penyidik senior lembaga antirasuh, Novel Baswedan.

Demikian diungkapkan Ketua WP KPK, Yudi Purnomo sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa pelaku penyerangan Novel Baswedan harus ditangkap dalam jangka waktu tiga bulan.

"Sebulan sudah sejak tanggal 19 Juli 2019 ketika target 3 bulan pelaku Bang Novel harus ditangkap yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi berlalu. Namun sampai saat ini sudah 862 hari sejak hari penyerangan tanggal 11 April 2017, satupun pelakunya belum tertangkap," kata Yudi melalui pesan singkatnya, Kamis (22/8/2019).

Novel Baswedan

Yudi berharap tim teknis dapat membuahkan hasil yang signifikan atas kinerjanya sebelum 19 Oktober 2019. Yudi mengingatkan bahwa 19 Oktober 2019 merupakan hari terakhir dari target yang sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi.

"Kami berharap bahwa tanggal 19 Oktober 2019, hari terakhir dari target yang ditetapkan oleh Pak Jokowi bisa direalisasikan oleh Tim Teknis pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel yang dibentuk oleh Kepolisian untuk menangkap pelakunya," ujarnya.

Dia juga meminta agar Presiden membentuk tim independen di bawah langsung koordinasi Jokowi jika tim teknis bentukan Polri tidak mampu menangkap satu pun pelaku penyerangan Novel Baswedan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.

"Jika sampai saat itu tidak tertangkap juga, kami berharap Presiden bisa segera membentuk Tim langsung dibawah koordinasi Presiden untuk mengungkap kasus ini," kata Yudi.

"Karena, terungkapnya kasus ini akan menjadi kotak pandora dalam membuka kasus kasus teror lainnya terhadap KPK seperti teror terhadap rumah Pak Agus Rahardjo dan Pak Laode M. Syarif yang juga belum terungkap pelakunya sampai saat ini," imbuh Yudi.‎

Baca Juga: BIN Sebut Ada Pihak yang Memanfaatkan Kerusuhan Papua

Sekadar informasi, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel pun harus menjalani operasi di Singapura.

Namun, hingga Novel kembali bekerja, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku ataupun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini