nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BIN Kantongi Identitas Provokator Aksi di Surabaya yang Picu Kerusuhan di Papua

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 07:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 337 2095083 bin-kantongi-identitas-provokator-aksi-di-surabaya-yang-picu-kerusuhan-di-papua-To4uwsRCj2.jpg Polisi berjaga-jaga di sekitar Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya (Syaiful/Okezone)

JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) sudah mengantongi identitas terduga provokator serta penggerak peristiwa di Surabaya dan Malang, Jawa Timur yang berujung kerusuhan di berbagai daerah di Papua dan Papua Barat. Namun, BIN masih merahasiakan identitas yang dimaksud.

“Sejauh ini kita sudah tahu, tapi belum saatnya dibuka, kan masih ada waktunya lagi untuk disampaikan,” kata Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto saat berbincang dengan Okezone, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Diamankan

BIN mengklaim hingga saat ini situasi keamanan di Papua dan Papua Barat sekitarnya masih terkendali. Namun, ia mengakui masih ada beberapa ‘letupan emosional’ di beberapa titik. Kondisi di sana pun berangsur-angsur mulai mereda.

“Secara umum terkendali. Kalau letupan emosional sesaat memang terjadi, (tapi) berangsur-angsur reda, bisa dikendalikan dan bisa diajak dialog,” tutur Wawan.Demo Manokwari

Kerusuhan pecah di Papua dan Papua Barat dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat tumpah ruah ke jalan untuk memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.

Baca juga: Kapolri Akui Kerusuhan di Manokwari Dipicu Peristiwa di Surabaya & Malang

Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.

Baca juga: Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim

Tak hanya itu, polisi juga turut serta menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa Papua agar mereka keluar dari asrama. Setelah itu aparat langsung menciduk 43 penghuni asrama dengan dalih ingin diperiksa atas dugaan pembuangan bendera merah putih. Polisi lalu melepaskan mereka.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini