nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 9 Komitmen PKB Hasil Muktamar Bali

Abdul Rochim, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 21 337 2095013 ini-9-komitmen-pkb-hasil-muktamar-bali-XC0GNzu7Qq.jpg Muktamar V PKB di Bali (Rochim/MNC Media)

BALI - Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi ditutup, Rabu (21/8/2019) malam. Selain memilih kembali Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum PKB Periode 2019-2024 dan KH Dimyati Rois sebagai Ketua Dewan Syuro, Muktamar PKB juga mengeluarkan rumusan kebijakan yang disebut 9 Komitmen Bali.

Kebijakan tersebut dibacakan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Thenius Murib saat penutupan Muktamar.

Sembilan poin Komitmen Bali tersebut di antaranya pertama, Komitmen Kebangsaan. PKB berkomitmen untuk mengawal dan memperkokoh Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945. Dalam komitmen berbangsa dan bernegara, Pancasila dalam NKRI adalah final.

"Tidak ada dan tidak boleh ada ideologi yang menantang eksistensi ideologi Pancasila. Di negeri ini tidak ada tempat bagi kelompok yang akan menggoyang NKRI," tuturnya.

Kedua adalah komitmen kemanusiaan global. PKB mendorong dan turut mempromosikan Islam nusantara dalam kancah kehidupan global sebagai solusi atas berbagai konflik dan tragedi kemanusiaan berupa atas nama agama.

"Sebagai negara muslim terbesar di dunia Indonesia, PKB memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengkampanyekan moderasi Islam dalam rangka memperbaiki peradaban dan menciptakan tata dunia yang damai," paparnya.

 Muktamar PKB

Poin ketiga adalah keberpihakan. PKB bertekad untuk bekerja total dan mengabdikan seluruh wakil politiknya untuk melayani, memfasilitasi dan membela mustadh'afin yakni mereka yang lemah atau terpinggirkan akibat sistem dan kebijakan yang tidak adil dan berpihak pada rakyat.

"Hakikat dari politik adalah keberpihakan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keadilan dan kemaslahatan kehidupan bagi semua anak bangsa dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan yang adil dan produktif," katanya.

Selanjutnya adalah komitmen menuntaskan kaderisasi politik di semua lapisan masyarakat untuk memastikan terjadinya estafet dan regenerasi kepemimpinan politik yang dijiwai nilai-nilai kebangsaan, keagamaan dan kemanusiaan.

"Konsolidasi demokrasi dan kelembagaan politik Indonesia menjadi agenda yang terus dilakukan dan harus ditopang oleh partai yang kuat dan mengakar serta memiliki basis sosial militan ideologis dan dedikatif," kata Thenius Murib.

Baca juga: Cak Imin Kembali Terpilih Jadi Ketum PKB

Komitmen kelima, yakni melanjutkan dan memperkuat khidmat kepada NU dan warga NU, khususnya di bidang pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia, ekonomi mikro kecil dan menengah, serta agama dan kebhinekaan yang dapat harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Lebih dari tanggung jawab historis kultural dan aspiratif komitmen ini menjadi langkah nyata untuk memberdayakan basis sosial dan memperkuat kohesi sosial," urainya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini