nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Periksa 2 Anggota DPR, KPK Selisik Aliran Korupsi E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 19:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 21 337 2094942 periksa-2-anggota-dpr-kpk-selisik-aliran-korupsi-e-ktp-Leb2qhv2wl.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa dua anggota DPR RI sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dua anggota DPR tersebut ialah Khatibul Umam Wiranu dan Wa Ode Nurhayati.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, keduanya diperiksa guna menelusuri aliran korupsi e-KTP untuk sejumlah anggota DPR. Diduga, banyak anggota DPR RI yang kecipratan uang panas proyek e-KTP.

"Dari dua saksi anggota DPR RI, penyidik mendalami keterangan saksi terkait aliran dana yang terkait perkara e-KTP," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Awalnya, KPK memanggil satu anggota DPR lainnya yakni Teguh Juwarno sebagai saksi dalam pengusutan perkara ini. Namun, Teguh mangkir alias tidak hadir dalam panggilan pemeriksaannya hari ini.

Selain anggota DPR, penyidik memeriksa saksi dari unsur lainnya yakni notaris Amelia Kasih. Pemeriksaan terhadap Amelia Kasih untuk menelusuri perusahaan milik keluarga mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dalam proyek e-KTP.

Setya Novanto. (Foto: Dok Okezone)

"Dari saksi notaris, penyidik menalami keterangan saksi terkait perusahaan milik keluarga Setya Novanto," ucapnya.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut, yaitu mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulos Tannos.


Baca Juga : KPK Periksa 3 Anggota DPR Terkait Kasus Korupsi E-KTP

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Ke-10 tersangka tersebut di antaranya Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari. Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP.


Baca Juga : Anak-Istri Paulus Tannos & 2 Tersangka e-KTP Dilarang ke Luar Negeri

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini