nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Poin Penjelasan UAS soal Tudingan Penodaan Simbol Agama

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 18:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 337 2094919 5-poin-penjelasan-uas-soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-C8CFykm6gM.jpg Ustadz Abdul Somad di MUI (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Ustadz Abdul Somad (UAS) memenuhi undangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dimintai keterangannya terkait video ceramahnya yang sedang viral dan berujung laporan ke pihak kepolisian.

UAS menjelaskan alasan dirinya menyambangi Gedung MUI. Kata dia, selain mengklarifikasi soal video ceramahnya yang viral, kehadiran dirinya untuk bersilaturahmi dengan jajaran pengurus MUI pusat.

"Yang pertama saya sebagai anggota komisi fatwa mejelis Indonesia provinsi Riau, datang bersilahturahim ke Majelis Ulama Indonesia pusat. jadi kehadiran saya adalah, kehadiran tidaklah dapat disebut bawahan ke atasan karena kami buka karyawan perusahaan, tapi silahturahim antara ustad ustad di daerah dengan alim ulama di pusat," ujarnya di lokasi, Rabu (21/8/2019).

UAS menambahkan, sebagai warga negara yang baik agar tidak terjadi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi, maka dirinya akan menjelaskan maksud dan tujuan dari ceramah tersebut.

"Yang kedua, saya sebagai warga negara yang baik, ingin menjelaskan jangan sampai masyarakat menjadi hiruk pikuk disebabkan oleh isu media sosial, bahwa ceramah saya yang di viralkan itu adalah menjawab pertanyaan bukan tema kajian, bukan inti permasalahan. Karena saya punya kajian di Masjid Agung An Nur, Pekanbaru, Riau setiap subuh sabtu, satu jam, materi setelah itu tanya jawab, ketika itulah ada masyarakat yang bertanya lalu saya menjawab, maka video itu adalah menjawab pertanyaan," ujarnya.

"Yang ketiga, bahwa itu disampaikan ditengah komunitas masyarakat muslim di dalam masjid di tempat tertutup, ditengah umat Islam dalam kajian khusus Sabtu subuh, bukan di damai indonesiaku TV one, bukan Tabligh akbar di tanah lapang, stadion sepak bola, bukan di waktu ramai sampai seratus ribu orang, tapi pengajian," lanjut UAS.

Uas

Baca Juga: Soal Tudingan Penodaan Simbol Agama, UAS: Saya Tak Perlu Minta Maaf

Ia menambahkan, dirinya saat itu menyampaikan aqidah ajaran agama Islam. "Kemudian yang ke empat bahwa saya sedang menjelaskan aqidah keyakinan seorang muslim, bagaimana dalam islam diajarkan, sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumahah ketika ada patung," kata dia.

"Mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung? karena diantara tempat tempat tinggal jin adalah patung. Oleh sebab itu penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga aqidah umat Islam, saya tidak sedang kapasitas perbandingan agama, atau berdebat, atau berdialog, tapi menjelaskan aqidah umat Islam," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengajian itu sudah berlangsung pada tiga tahun yang lalu. Dirinya tak mengetahui kenapa baru sekarang viral ceramahnya.

"Yang kelima, bahwa itu sudah berlangsung, saya tidak lagi memberikan kajian rutin Subuh setelah keliling tabligh akbar, tapi itu lebih kurang tiga tahun yang lalu, itulah yang dapat saya sampaikan," katanya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini