nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto Pimpin Rakorsus Bahas Pengendalian Karhutla

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 15:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 21 337 2094809 wiranto-pimpin-rakorsus-bahas-pengendalian-karhutla-sN0axhd01t.JPG Menko Polhukam, Wiranto pimpin rakorsus bahas karhutla (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto hari ini memimpin rapat koordinasi khusus (rakorsus) tingkat kementerian untuk membahas persoalan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhurla). Rakorsus ini digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Wiranto meminta semua pihak melakukan pencegahan hingga segera melakukan pengendalian bila terjadinya kebakaran hutan di wilayahnya masing-masing.

"Sehingga pencegahan dan pengendalian menjadi kegiatan yang tak dapat kita pisahkan. Kita sudah cukup banyak melakukan rapat koordinasi, baik di kantor Kemenko Perekonomian maupun Kemenkopolhukam. Bagaimana kita berkoordinasi bersama-sama mengambil bagian dalam rangka pencegahan maupun pengedalian kebakaran hutan dan lahan," kata Wiranto.

Ia menginginkan jajarannya bisa kembali menekan jumlah titik api di musim panas 2019 ini. Dengan begitu, angka kebakaran hutan dan lahan bisa kembali menurun seperti yang tejadi saat 2015-2018.

Menko Polhukam

git, tapi juga hasil kerja keras bersama dalam rangka pencegahan, kesiapan-kesiapan aparat kita berupa penambahan kelengkapan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Kesiapan kita untuk mengadakan sumur, kanal-kanal, kolam air, dan sebagainya maupun kesiapan aparat yang langsung bisa menyangkut, pengerahan pengedalian hutan dan lahan," tuturnya.

Mantan Panglima ABRI itu meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Restorasi Gambung, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat mewaspadai puncak musim kemarau yang jatuh pada Agustus hingga September 2019 mendatang.

"Agustus hampir selesai, tinggal September. Titik api fluktuatif, naik turun. Sudah melebihi jumlah titik api yang kita hadapi di tahun 2018. Berati butuh keseriusan kita untuk bagaimana titik api itu kita tekan sampai puncak kemarau berakhir," tambah Wiranto.

Angka karhutla tahun 2019 terbilang tinggi sejak 2015 lalu. Di mana titik api sebanyak hampir 1.000. Tercatat 37 helikopter dikerahkan untuk memadamkan api dengan kekuatan 9.027 personel.

Wiranto menegaskan, Rakorsus Karhutla ini fokus mencari solusi agar api agar tidak kembali meluas. Sebab, karhutla terjadi atas ulah manusia bukan merupakan faktor alam. Oleh karenanya, ia ingin Satgas Karhutla bisa mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan di Tanah Air.

"Karena itu kita harus lebih fokus pada bagaimana menangani ulah manusia ini supaya tak menyebabkan kebakaran hutan dan lahan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini