Penyuap Bupati Talaud Dituntut 2 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 21 Agustus 2019 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 21 337 2094774 penyuap-bupati-talaud-dituntut-2-tahun-penjara-dan-denda-rp200-juta-Pr8K1mtB6I.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pengusaha Bernard Hanafi Kalalo dengan pidana dua tahun penjara. Selain pidana penjara, Bernard ‎Hanafi juga dituntut untuk membayar denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan.

Jaksa meyakini Bernard Hanafi bersalah karena telah ‎menyuap Bupati nonaktif Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip berupa uang dan sejumlah barang mewah.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Bernard Hanafi Kalalo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa KPK, Nanang Suryadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga: Kena OTT KPK, Bupati Talaud Langsung Diterbangkan ke Jakarta

Jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan tuntutan terhadap Bernard Hanafi. Yang memberatkan tuntutan karena Bernard dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Bupati Talaud

Sedangkan hal meringankan, Bernard memberikan keterangan yang membantu membuat terang tindak pidana, berlaku sopan di persidangan dan mempunyai tanggungan keluarga, serta elum pernah dihukum.

Menurut Jaksa suap yang diberikan Bernard untuk Bupati Kepulauan Talaud sebesar Rp591 juta.‎ Suap tersebut diberikan agar Bernard mendapatkan lelang sejumlah proyek di Pemkab Talaud.

Dalam hal ini, Bernard disebut mendapatkan proyek diantaranya pengerjaan pengembangan pasar dan retribusi Pasar Lirung dengan nilai proyek Rp2,9 miliar dan revitalisasi Pasar Beo senilai Rp2,8 miliar.

Adapun, rincian suap Bernard untuk Sri Wahyumi berupa uang Rp100 juta, 1 unit telefon selular (ponsel) satelit merek Thuraya beserta pulsa dengan nilai total sekitar Rp28 juta dan tas tangan merek Channel senilai Rp97,36 juta.

Baca Juga: Akui Terima Tas Mewah dan Berlian, Bupati Talaud: Pengusaha Itu Senang Sama Saya

Kemudian, tas tangan merek Balenciaga senilai Rp32,995 juta, jam tangan merek Rolex senilai Rp224,5 juta, cincin merek Adelle senilai Rp76,925 juta dan anting merek Adelle senilai Rp32,075 juta. Total keseluruhan suap tersebut sebesar Rp591 juta.

Atas perbuatannya, Bernard dianggap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini