nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak-Istri Paulus Tannos & 2 Tersangka e-KTP Dilarang ke Luar Negeri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 13:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 337 2094749 anak-istri-paulus-tannos-2-tersangka-e-ktp-dilarang-ke-luar-negeri-q5MTy0huFj.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang empat orang untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Mereka adalah Lina Rawung yang merupakan istri ‎mantan Dirut PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos dan anaknya, Catherine Tannos.

Kemudian, mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya; dan mantan PNS BPPT, Husni Fahmi‎. Isnu Edhi dan Husni Fahmi merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

‎"KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri pada imigrasi terhadap empat orang dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Ilustrasi

KPK melarang Isnu Edhi dan Husni Fahmi untuk bepergian ke luar negeri sejak 7 Agustus 2019. Sedangkan anak dan istri Paulus Tannos dicegah untuk bepergian ke luar negeri sejak 19 Agustus 2019.

"Mereka dicegah ke luar negeri selama 6 bulan pertama," imbuh Febri.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulos Tannos.

Baca Juga: Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa Adik Gamawan Fauzi hingga Eks Dirut PNRI

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari. Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini