nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penambahan Pimpinan MPR Jadi 10 Orang Dinilai Tidak Masuk Akal

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 21 337 2094592 penambahan-pimpinan-mpr-jadi-10-orang-dinilai-tidak-masuk-akal-EqGL7zfk2k.jpg Ilustrasi pimpinan MPR RI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Dr Ujang Komaruddin, menilai penambahan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi 10 orang merupakan usulan yang tidak masuk akal.

Pasalnya, menurut Ujang, usulan penambahan kursi pimpinan MPR tersebut merupakan salah satu upaya agar banyak partai politik yang mendapat kekuasaan dalam salah satu lembaga tertinggi negara.

Baca juga: Fadli Zon Yakin Penambahan Kursi Pimpinan MPR Tak Bebani Anggaran 

"Katanya kan tidak boleh bagi-bagi kekuasaan, bagi-bagi jabatan. Nah, ini kan hanya demi akomodasi kekuasaan. Mereka ingin mendapatkan semuanya," kata Ujang kepada Okezone, Selasa 20 Agustus 2019.

Sidang MPR/DPR RI. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

Lebih lanjut Ujang menyinggung agar kursi pimpinan MPR ditambah lebih banyak agar setiap partai politik mendapat jatah kekuasaan dalam kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendatang.

"Kenapa enggak 20 atau 25 pimpinannya, biar semuanya masuk? Ini yang menurut saya logika akal sehat tidak ada. Jadi semua sistem diubah-ubah seenaknya demi kepentingan sesaat yang pragmatis itu," ungkapnya.

Baca juga: PPP Sebut Parpol Koalisi Jokowi Terbuka Soal Penambahan Pimpinan MPR 

Sebagaimana diketahui, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay mengusulkan adanya penambahan kursi pimpinan MPR. Ia mengusulkan jumlah pimpinan ditambah menjadi 10 orang.

"Awal periode ini kan pimpinan MPR 5 orang. Setelah beberapa saat, diubah menjadi 8 orang. Tentu sangat baik jika pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian 9 mewakili fraksi-fraksi dan 1 mewakili kelompok DPD. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat," ujat Saleh beberapa waktu lalu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini