nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tahan Jaksa Kejari Yogya dan Pengusaha Terkait Proyek Infrastruktur

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 00:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094541 kpk-tahan-jaksa-kejari-yogya-dan-pengusaha-terkait-proyek-infrastruktur-piwpw0XU5e.jpg KPK resmi menahan Jaksa ESF dan pengusaha GYA terkait kasus proyek Dinas PUPKP Yogya. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka kasus dugaan suap lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta. Keduanya yakni Jaksa Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra (ESF); dan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana (GYA).

Mereka ditahan di rutan yang berbeda di Jakarta Selatan. KPK menahan Eka Safitra di rutan gedung lama KPK di Jalan HR Rasuna Said. Sedangkan Gabriella dipenjara di rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada.

Baca juga: Jaksa Kejari Yogya dan Solo Dijanjikan Dapat Rp415 Juta Terkait Proyek Infrastruktur 

"Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua tersangka dalam penyidikan kasus suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta tahun 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (20/8/2019).

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah jaksa Kejari Yogyakarta yang juga anggota TP4D, Eka Safitra (ESF); jaksa Kejari Surakarta (Solo), Satriawan ‎Sulaksono (SSL); dan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana (GYA).

Baca juga: KPK Ultimatum Jaksa Kejari Solo Menyerahkan Diri 

Satriawan Sulaksono tidak ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin 19 Agustus 2019. KPK meminta Satriawan koperatif dan menyerahkan ‎diri setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Dalam perkara ini, Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono diduga‎ dijanjikan oleh Gabriella Yuan Ana akan mendapat 5 persen atau sekira Rp415 juta dari total nilai proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Yogyakarta sebesar Rp8,3 miliar.

Eka Safitra dan Satriawan disebut baru menerima sekira Rp221 juta dari Gabriella. Uang tersebut diserahkan dalam tiga tahap yakni pada 16 April senilai Rp10 juta, pada 15 Juni Rp100 juta, dan pada 19 Agustus Rp110 juta.

Sedangkan sisa komisi 2 persen rencananya diberikan Gabriella setelah pencairan uang muka pada minggu keempat Agustus 2019. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan kepentingan Gabriella mendapatkan proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta.

Baca juga: Kronologi OTT Jaksa Yogyakarta dan Solo Terkait Suap Proyek Infrastruktur 

Proyek tersebut diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).‎ Eka Safitra merupakan sendiri merupakan anggota TP4D dari Kejari Yogyakarta. Satriawan merupakan Jaksa yang mengenalkan Gabriella ke Eka Safitra.

‎Sebagai pihak yang diduga menerima, Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: KPK Tetapkan Jaksa Kejari Yogya dan Solo Tersangka Suap 

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Gabriella disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini