nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Jelaskan Pentingnya SDM yang Unggul Dimulai dari Kandungan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 21:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094522 jokowi-jelaskan-pentingnya-sdm-yang-unggul-dimulai-dari-kandungan-IeJprAx5ca.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tantangan bangsa Indonesia ke depan akan lebih besar karena pemerintah akan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul agar bisa Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

"Tantangnnya kita akan lebih besar karena kita ingin bangun SDM. Apa sih yang ingin kita kerjakan di sini? Ini akan dimulai dari dalam kandungan. Bayi di dalam kandungan harus kita urus benar, entah itu nutrisinya dan itu urusan Menkes yang paling utama," kata Jokowi saat membuka Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Bali, Selasa (20/8/2019).

Jokowi menyatakan, pemerintah tak ingin ada lagi bayi yang stunting di Tanah Air. Ia pun memastikan bahwa saat ini angka bayi dengan stunting telah menurun secara signifikan.

"Dan begitu lahir yang kita urus masalah gizi dan tambahan makanan bagi anak-anak. Ini urusan mendasar. Dan pendidikan mendasar," tambah Jokowi.

Jokowi

Baca Juga: Jokowi Berkelakar Soal PKB Gelar Muktamar V di Bali

Jokowi menerangkan, hal yang paling penting dalam pembangunan SDM yang unggul adalah melalui pembangunan karakter anak bangsa. Menurut dia, nilai-nilai budi pekerti, etika, dan toleransi sangat penting ditanamkan kepada anak Indonesia.

"Baru kemudian tambahannya adalah matematika dan lain-lain. Karakter seperti ini yang harus kita bangun. Sopan dan santun terhadap orang tua baru masuk kepada pendidikan menengah dan di sini akan dikenalkan bagaimana membangun tim work, membangun daya kritis sampai kepada ilmu kejuruan," terangnya.

Kepala Negara mengingatkan bahwa saat ini zaman telah berubah. Ia pun memprediksi bahwa pekerjaan di bidang tertentu akan segera tak diminati lagi. Seperti pekerjaan sopir karena pabrikan mobil tengah merancang mobil yang bisa berkendara sendiri.

"Nanti semua diprogram. Ini sudah bukan akan. Hati-hati mengenai seperti ini kalau tidak diantisipasi kita akan tertinggal," bebernya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menceritakan pengalamannya empat tahun lalu saat disopiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan. Dalam perbincangan di mobil itu, Mohammed menyampaikan ke Jokowi bahwa negara yang cepat akan memenangkan persaingan.

"Beliau kebetulan cerita bagiaman tahun 60-an bahwa Dubai itu masih pakai Onta. Begitu tahun 1985 semua sudah pakai Mercy semua kita masih pakai Kijang. Saya tanya kuncinya apa, kuncinya kecepatan. Sering saya sampaikan tidak ada lagi negara besar menguasai dunia tapi negara cepat. Negara cepat akan menguasai negara lambat," tukas Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini