nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto: Papua Sudah Aman Terkendali, Masyarakat Jangan Terprovokasi!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 19:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094476 wiranto-papua-sudah-aman-terkendali-masyarakat-jangan-terprovokasi-r5oE7fwfv3.jpg Menko Polhukam, Wiranto (foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto mengatakan, kondisi Papua sudah aman terkendali pasca peristiwa di Surabaya dan Malang yang berujung kerusuhan di Manokwari dan Sorong. Wiranto meminta masyarakat tak terprovokasi dengan berita yang belum jelas kebenarannya.

"Sudah. Sudah terkendali aman. Masyarakat sudah tenang. Karena sudah ada penjelasan-penjelasan yang culup jelas dan gamblang dari berbagai pihak," ucapnya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

"Saya sendiri juga sudah kemarin lihat kan sudah press conference, hasil rapat koordinasi. Pak Kapolri juga sudah memberikan penjelasan secara detil tentang kejadian itu. Kemudian bahkan Wali Kota Surabaya. Kemudian Gubernur Khofifah. Kemudian juga Gubernur Papua. Semua kan sudah memberikan penjelasan," jelasnya.

 Baca juga: Panggil Kapolri & Wakil Kepala BIN, Wiranto Bahas Penambahan Pasukan di Papua

Mantan Panglima ABRI itu bersyukur ada reaksi cepat dari berbagai pihak untuk membuat situasi keamanan nasional kembali kondusif. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi.

"Tetapi semuanya akan mengumumkan bahwa masyarakat hendaknya jangan sampai terpengaruh provokasi. Dengan berita-berita yang memang memprovoke. Berita-berita yang memanfaatkan insiden itu untuk membuat kacau. Untuk membuat keruh suasana," ucap Wiranto.

"Kita bersyukur bahwa segera ada reaksi cepat dari berbagai pihak yang intinya agar semuanya bisa kembali kondusif lah, enggak ada masalah," sambungnya.

Masyarakat di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus kemarin, berunjuk rasa besar-besaran memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.

Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.

 Baca juga: DPR Anggap Pemerintah Tak Serius Tangani Konflik di Papua

Polisi ikut menyambangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan menembakkan gas air mata untuk menangkap 43 penghuni asrama itu, dengan alasan mau diminta keterangan terkait dugaan pembuangan bendera merah putih. Belakangan polisi melepaskan mereka.

Sebelumnya, warga di Malang juga bentrok dengan mahasiswa asal Papua yang hendak berunjuk rasa menuntut keadilan.

Masyarakat di Papua dan Papua Barat kemarin turun ke jalan memprotes aksi yang menimpa mahasiswa mereka di Jawa Timur. Demo di Manokwari dan Sorong diwarnai kerusuhan. Beberapa kantor pemerintahan dibakar, jalan-jalan utama diblokade dan fasilitas umum ikut dirusak massa.

Pemerintah menyayangkan kerusuhan tersebut dan meminta polisi mengusut siapa pelaku rasis yang memicu kerusuhan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kerusuhan terjadi di Manokwari ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini