nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panggil Kapolri & Wakil Kepala BIN, Wiranto Bahas Penambahan Pasukan di Papua

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 19:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094455 panggil-kapolri-wakil-kepala-bin-wiranto-bahas-penambahan-pasukan-di-papua-r0deCxq5WA.jpg Menko Polhukam Wiranto

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto melangsungkan pertemuan tertutup dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Teddy Lhaksamana di kantornya. Dalam pertemuan itu, Wiranto membahas penambahan pasukan di Papua dan Papua Barat pasca-kerusuhan.

"Hanya memang perlu penambahan pasukan untuk lebih meyakinkan pengamanan obyek-obyek vital yang ada di Papua dan Papua Barat. Sehingga ada penambahan pasukan dari luar daerah Papua dan Papua Barat. Itu aja," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata RI (ABRI) ini berujar, dalam pertemuan tadi dirinya menerima laporan dari Tito perihal hasil koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pasca peristiwa di Surabaya dan Malang.

Kerusuhan di Manokwari (Foto: Istimewa)

"Pak Kapolri itu kan juga baru datang dari Surabaya. Koordinasi dengan ibu Khofifah. Kemudian juga baru saja mengatakan hubungan jarak jauh dengan para kapolda yang terlibat dengan insiden kemarin itu," jelasnya.

Hasil koordinasi antara Tito dengan Gubernur Jatim bersama Kapolda di daerah terkait menyatakan situasi keamanan di daerah dimaksud cukup kondusif dan terkendali. Wiranto mengatakan tensi ketegangan juga sudah menurun.

"Menyampaikan laporan perkembangannya. Tapi intinya perkembangan seluruh daerah cukup kondusif. Tensinya menurun. Jadi aman terkendali," ucap Wiranto.

Masyarakat di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus kemarin, berunjuk rasa besar-besaran memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.

Baca Juga: Mendagri Perintahkan 3 Gubernur Tak Tinggalkan Daerahnya Pasca-Kerusuhan Manokwari

Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.

Polisi ikut menyambangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan menembakkan gas air mata untuk menangkap 43 penghuni asrama itu, dengan alasan mau diminta keterangan terkait dugaan pembuangan bendera merah putih. Belakangan polisi melepaskan mereka.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini