nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Perang Modern" Jadi Ancaman Masa Depan, Posisi Menhan Diimbau Figur Berpengalaman

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 22:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094432 perang-modern-jadi-ancaman-masa-depan-posisi-menhan-diimbau-figur-berpengalaman-aybq19pB7d.jpg Joko Widodo

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan penyusunan Kabinet Kerja Jilid II memiliki komposisi jabatan 45 persen orang-orang dari kader partai politik dan 55 persen lagi dari kalangan profesional.

Komposisi tersebut solah menyiratkan kalangan profesional untuk bisa menarik hati presiden terpilih periode 2019-2014 tersebut. Berbagai pihak, mulai dari berlatar sipil, pengusaha hingga militer menyiratkan keinginan untuk masuk Kabinet Kerja Jilid II.

Meski Jokowi juga terang-terangan kepincut dengan menteri milenial, namun banyak pihak yang menyarankan agar Kepala Negara memilih pembantunya dari sosok yang berpengalaman. Apalagi di lain pihak, Jokowi juga menekankan bahwa menterinya haruslah sosok yang bisa langsung mengeksekusi programnya.

Baca Juga: Posisi Menhan di Periode Dua Jokowi Disarankan Diisi Kalangan Sipil

Posisi Menteri Pertahanan (Menhan) dinilai sebagai posisi yang krusial dalam periode kedua Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, hal tersebut dilandasi dengan makin majunya teknologi yang membuat pertahanan Indonesia bukan hanya sekadar perang fisik, namun juga perang ideologi.

Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Wibisono menerangkan, ancaman "Perang Modern" akan semakin nyata di Indonesia. Perang tersebut bukan lagi melalui perang fisik, namun juga ideologi yang disebar melalui perkembangan teknologi.

Jokowi-Maruf

Menurut Wibosono, konsep "Perang Modern" digagas oleh dirinya, Menhan Ryamizard Ryacudu dan Pendiri Universtitas Pertahanan (Unhan) Letjen Prof Syarifudin Tippe. Pengenalan Perang Modern sendiri digagas lewat penerbitan buku “Bangsa indonesia terjebak Perang Modern” di tahun 2004.

Baca Juga: Jokowi Bocorkan Komposisi Kabinet Kerja Jilid II: 45% Diisi Parpol, 55% Profesional

Untuk itu, ia menilai, sosok Menteri Pertahanan haruslah figur yang berpengalaman. Namun Wibisono enggan untuk mengandai diri menjadi menteri, ia justru merekomendasikan sosok Syarifudin Tippe yang menurutnya memiliki syarat yang lebih dari cukup untuk menjadi menteri pertahanan.

“Beliau sosok yang cakap dan cocok untuk menggantikan Menhan Jendral Ryamizard Ryacudu. Ini legacy juga buat beliau dan pak Menhan, kedua Jenderal ini satu visi dan satu pemikiran dalam 'Platform Pertahanan dan Keamanan Nasional', ke depan dibutuhkan sosok 'new leader' Jenderal pemikir yang mempunyai visi jauh ke depan,” jelas Wibisono.

Letjen TNI (Purn) Prof. DR Syarifudin Tippe MSi sendiri merupakan sosok yang lahir di Sinjai-Sulawesi Selatan 7 Juni 1953, Ia akrab dipanggil Bang Tippe. Bang Tippe merupakan lulusan Akabri tahun 75 yang pernah menjabat Komandan Seskoad, pendiri Unhan (Universitas Pertahanan) dan Rektor pertama di Unhan. Saat ini pun Bang Tippe masih aktif mengajar Pasca Sarjana di Universitas Jayabaya dan beberapa Universitas di Jakarta.

Sosok Bang Tippe bukan orang asing di tubuh TNI. Ia dianggap mampu menciptakan kondisi yang kondusif di Aceh ketika menjabat Danrem 012/Teuku Umar, 1999-2001. Ia pun mendirikan Universitas Pertahanan yang langsung disetujui oleh KASAD waktu itu, Djoko Santoso dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Menhan Juwono Sudarsono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini