nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabur ke Malaysia, Bos Sindikat Penipuan Online Ditangkap

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 17:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094371 kabur-ke-malaysia-bos-sindikat-penipuan-online-ditangkap-0Aw79noPpV.jpg Foto: Putera/Okezone

JAKARTA - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap bos sindikat penipuan online, Nurul Ainulia alias Iren yang melarikan diri ke Malaysia. Dalam kejahatannya, pelaku berhasil mengumpulkan uang Rp100 miliar dari aksinya.

Kepala Subdit II Ditsiber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo menyatakan, penangkapan terhadap tersangka atas kerja sama antara tim KBRI di Malaysia, Imigrasi Malaysia dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

"Siber Polri dan tim telah bekerja sama dengan tim KBRI di Malaysia, Imigrasi Malaysia dan PDRM melakukan pengamanan serta proses administrasi pemulangan tersangka ke Indonesia," kata Rickynaldo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Rickynaldo menjelaskan, tersangka merupakan pihak yang berperan sebagai master minds dan pemberi perintah kepada tersangka lainnya untuk membuat perusahaan beserta rekening perusahaan untuk menampung aliran dana, hasil kejahatan dari luar negeri.

 Penipuan

"Kemudian memerintahkan tersangka lainnya untuk menukarkan uang hasil kejahatan tersebut ke dalam bentuk mata uang asing di beberapa money changer, dan kembali mengumpulkannya kemudian menyerahkan uang keseluruhan hasil penukaran valas kepada WNA Nigeria dengan inisal AEM dan beberapa sindikat lainnya," papar dia

Dengan adanya penangkapan ini, Rickynaldo mengungkapkan, pihaknya masih terus mendalami dan mengidentifikasi adanya jaringan lainnya dalam skala internasional. Nantinya, Polri akan kerjasama dengan pihak FBI, Interpol dan Europol guna mengungkap kejahatan internasional sindikat Nigerian Scam / Business Email Compromise di seluruh negara.

 Penangkapan

Pada perkara ini, polisi amankan beberapa barang bukti yakni satu buah KTP, satu buah NPWP, satu buah buku paspor dan satu buah kwitansi Louis Vutton.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 46 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) Jo. Pasal 35 dan/atau Pasal 36 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini