nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri Klaim Suasana di Papua Sudah Kondusif

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 15:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094330 mendagri-klaim-suasana-di-papua-sudah-kondusif-Q1CFxutUGi.jpg Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Reza/Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengklaim situasi keamanan di Papua sudah kondusif pasca peristiwa, di Surabaya dan Malang yang berujung kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat.

"Sudah kondusif enggak ada masalah," kata Tjahjo di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

Tjahjo menuturkan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus menjalin komunikasi untuk meredam gejolak yang terjadi di sana. "Jalan terus," imbuh dia.

Aksi demonstrasi masih terjadi di kawasan Sorong, Papua sampai saat ini. Setidaknya ada 500 massa yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya.

 Baca juga: Polri Identifikasi 5 Akun Medsos Provokasi Pemicu Demo di Papua Barat

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, meskipun unjuk rasa masih berlangsung, situasi dan kondisi di Sorong tetap berjalan kondusif.

"Kemudian di Sorong memang masih ada kegiatan masyarakat di satu titik massanya 500 orang. Masih dalam negosiasi dan komunikasi secara intens antara aparat keamanan baik TNI, Polri dan seluruh tokoh masyarakat di sana," kata Dedi di Mabes Polri.

Masyarakat di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus kemarin, berunjuk rasa besar-besaran memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.

 Baca juga: JK Harap Masyarakat Papua Terima Permintaan Maaf Kepala Daerah Jatim

Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.

Polisi ikut menyambangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan menembakkan gas air mata untuk menangkap 43 penghuni asrama itu, dengan alasan mau diminta keterangan terkait dugaan pembuangan bendera merah putih. Belakangan polisi melepaskan mereka. Sebelumnya juga warga di Malang juga bentrok dengan mahasiswa asal Papua yang hendak berunjuk rasa menuntut keadilan.

Masyarakat di Papua dan Papua Barat kemarin turun ke jalan memprotes aksi yang menimpa mahasiswa mereka di Jawa Timur. Demo di Manokwari dan Sorong diwarnai kerusuhan. Beberapa kantor pemerintahan dibakar, jalan-jalan utama diblokade dan fasilitas umum ikut dirusak massa.

Pemerintah menyayangkan kerusuhan tersebut dan meminta polisi mengusut siapa pelaku rasis yang memicu kerusuhan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kerusuhan terjadi di Manokwari ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini