PPP Sebut Parpol Koalisi Jokowi Terbuka Soal Penambahan Pimpinan MPR

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 20 Agustus 2019 13:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094269 ppp-sebut-parpol-koalisi-jokowi-terbuka-soal-penambahan-pimpinan-mpr-yQFwAEdW37.jpg Sekjen PPP, Asrul Sani (foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengutarakan bila parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK), membuka peluang atas wacana usulan penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang.

"Koalisinya pak Jokowi ini kalau berdasarkan hasil dari pertemuan para sekjen dua malam yang lalu membuka (opsi penambahan kursi MPR)," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

 Baca juga: Usulan Penambahan Kursi Pimpinan MPR, PKS: Cenderung Bagi-Bagi Jabatan

Meski membuka peluang, Arsul menuturkan di internal KIK belum disepakati apakah sepakat dengan usulan Partai Amanat Nasional. Karena masih menunggu keputusan fraksi-fraksi parpol lainnya.

 MPR

"Dari sisi KIK sendiri itu memang belum memilih apakah 8 atau 10, jadi dua-duanya masih mengerucut. Karena kan mungkin teman-teman di KIK, jangan-jangan kita mau 10, tapi ada juga fraksi yang nggak mau karena misalnya ingin lebih populer di mata publik mengatakan ini bagi-bagi jabatan, kami nggak mau ikut. Kan nggak bisa dipaksa juga kalau nggak mau ikut dapat pimpinan MPR," ujar Arsul.

 Baca juga: Usulan Pimpinan MPR 10 Orang, Fadli Zon : Semua Bisa Terjadi

Disisi lain, Arsul mengingatkan perlu adanya revisi UU MD3 terkait adanya wacana penamambahan pimpinan MPR ini. Menurut dia revisi itu harus segera dilakukan bila memang berniat menambah jumlah pimpinan MPR.

"Harus ada (revisi UU MD3), harus kita kerjakan sekarang. Toh itu kalau misalnya delapan (pimpinan), paling gampang lagi, cuma mencoret yang pasal-pasal yang kemarin diubah," papar dia.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini