nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Minta Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 12:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094220 ketua-lembaga-masyarakat-adat-papua-minta-polisi-tangkap-dalang-kerusuhan-EELQpcHdVC.jpg Kerusuhan terjadi di Manokwari (Foto: Ist)

JAKARTA - Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Lenis Kogoya meminta aparat penegak hukum menangkap provokator maupun aktor intelektual yang mengakibatkan kerusuhan antara mahasiswa Papua dengan warga. Polisi harus membongkar motif mereka membuat kerusuhan.

"Kami ingin tahu oknum siapa? Terus siapa yang di belakang itu. Itu harus cek nanti kalau dibiarkan, maka ke depan akan terjadi yang sama lagi. Kalau kita susah-susah urus ke depan terjadi lagi, provokator lagi. Kami ingin tahu siapa yang di belakangnya dia. Itu harus pihak kepolisian saya minta harus cari," kata Lenis Kogoya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga: Pasca-Unjuk Rasa, Warga Jayapura Kembali Beraktivitas Normal

Lenis tak ingin peristiwa kerusuhan yang mengakibatkan protes warga Papua kembali terjadi. Dia pun meminta masyarakat di Papua kembali tenang sehingga bisa beraktivitas seperti biasanya.

"Saya sudah larang hari ini Papua tidak boleh ada kekerasan. Saya sudah tangani kepala suku dan tangani tidak boleh lagi masyarakat ribut nanti lihat mudah-mudahan tidak akan ribut lagi di Papua," ujarnya.

Kerusuhan di Manokwari

Lenis menilai, persoalan ini tak akan selesai bila polisi hanya menangkap pelaku penyebar video hoaks antara mahasiswa Papua dengan warga di Jawa Timur. Menurut dia, dalang utama di balik kerusuhan tersebut harus ditangkap.

"Hangan kita tangkap ujung kepalanya tapi ekornya kita belum pegang. Ya, Jadi dua-duanya harus jalan. Kita ini negara hukum dan juga kami butuh dihargai kami ini belajar. Adik-adik saya saya minta jangan ganggu di Makassar kah, di Surabaya kah, di Jakarta kah. Di mana-mana saja," ujar Lenis.

"Saya kepala suku ada di negara ini. Saya dampingi Pak Presiden. Saya minta dengan hormat rakyat Indonesia tidak ada perbedaan tidak ada perbedaan hitam putih warna tapi kita satu, kita anak bangsa yang sama wajib kita menjaga negeri kita ini tercinta," tuturnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Masyarakat Papua Saling Memaafkan

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini